Lifestyle

Hati-hati, Makanan Pedas seperti Wasabi Tak Bisa Atasi Anosmia

Makanan pedas sering digunakan untuk mengatasi anosmia. Namun dokter mengatakan bahwa belum ada hasil penelitian yang membuktikan hal tersebut.


Hati-hati, Makanan Pedas seperti Wasabi Tak Bisa Atasi Anosmia
Ilustrasi orang mengalami anosmia (NEWS.UCHICAGO.EDU)

AKURAT.CO, Belum lama ini, beredar kabar bahwa wasabi bisa menyembuhkan anosmia alias kehilangan indra penciuman. Isu ini bermula kala seorang wanita bernama Alix Traeger tengah mengalami anosmia akibat terinfeksi Covid-19. Mengetahui dirinya tidak bisa mencium dan merasakan apapun, Traeger lantas menantang dirinya untuk mencoba wasabi. 

"Covid Taste test: Wasabi," tulis Traeger dalam videonya, dikutip Akurat.co dari akun TikTok @majortraeger, Rabu, (28/7/2021). 

Traeger kemudian mengambil satu sendok penuh wasabi dan memasukkan ke mulutnya. Pada awalnya, Traeger tidak merasakan apapun hingga akhirnya dirinya mulai merasakan pedas yang luar biasa.

"Halo, aku masih belum bisa merasakan apapun. Aku akan mencoba wasabi kali ini, ini dia aku tidak akan bisa merasakannya," kata Traeger saat mengambil sesuap wasabi.

"Tidak! Aku bisa merasakan wasabi!" kata Traeger.

Benarkah makanan pedas  bisa menyembuhkan anosmia?

Melansir NetMeds, anosmia terjadi ketika saraf yang bertugas mengirimkan sinyal dari hidung ke otak mengalami kerusakan. Anosmia juga sering terjadi bersamaan dengan kehilangan indra perasa sehingga memengaruhi selera makan. Anosmia juga bisa disebabkan hidung tersumbat, masalah pada sinus, tumor di dekat saraf penciuman,cedera otak dan Covid-19.

Anosmia sendiri bukanlah gejala yang berbahaya, sekalipun karena infeksi Covid-19. Pasalnya, anosmia umumnya akan sembuh sendiri. Pada kasus Covid-19, anosmia mungkin bisa dirasakan hingga berbulan-bulan. 

Saat kehilangan kemampuan untuk mencium aroma dan mengecap rasa, kamu mungkin tertarik mencoba makanan pedas dan menyengat untuk merangsang lidah. Salah satunya mungkin adalah wasabi.

Kandungan pedas wasabi dianggap mampu untuk menstimulasi reseptor indra perasa dan mengembalikan kemampuan lidah untuk merasakan makanan lebih cepat. Namun, benarkah demikian?

Wasabi diketahui memiliki sensasi pedas yang berbeda dengan cabai. Wasabi mengandung senyawa isothiocyanate yang lebih mudah menjadi gas dan merambat hingga ke sinus di belakang mulut dan rongga hidung di mana terdapat saraf-saraf sensoris yang sensitif. Inilah yang dipercaya bisa merangsang  indera dan meningkatkan fungsi indera penciuman. Akan tetapi, pengobatan ini tidak didukung sains

"Ada reseptor bernama TRPA1 di luar sel-sel saraf. Ketika TRPA1 ini mencium sesuatu yang dikenali, maka ia akan mengirimkan sinyal ke otak. Nah kebetulan salah satu molekul yang dikenali adalah isothiocyanate," kata Koresponden sains untuk National Public Radio (NPR), Joe Palca,

"Ketika wasabi kontak dengan saraf-saraf TRPA1, maka saraf akan mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak," lanjut Joe.

Sebelum Traeger, seorang pasien Covid-19 yang mengalami anosmia juga pernah merangsang indra perasanya dengan makanan yang super pedas.  Sebelum menyantap makanan tersebut, dia pun sudah mengonsumsi kopi pahit. 

Menanggapi hal ini,  dr. Alvin Nursalim, Sp.PD menegaskan bahwa makanan pedas bukan cara untuk mengatasi anosmia. Alih-alih mengembalikan indra penciuman dan perasa, makanan pedas malah akan mengaggu kesehatan pencernaan kamu.

“Saya rasa, makan makanan pedas secara berlebihan tidak bisa menjadi cara mengatasi gejala anosmia. Lagi pula belum ada penelitiannya dan malah berisiko tinggi membahayakan pencernaannya,” kata dr. Alvin.

Alvin lebih lanjut menjelaskan bahwa cara mengatasi gejala anosmia harus berdasarkan penyebabnya.

“Jadi langkah awalnya adalah mencari penyebab, misal ada infeksikah? Apakah ada gangguan septum hidung? Atau ada tumor? Hal ini dapat ditegakkan dengan pemeriksaan hidung oleh dokter,” kata dr. Alvin.

Meskipun sensasi pedas yang diberikan cabai dan wasabi berbeda, belum ada hasil penelitian yang membuktikan keduanya bisa mengatasi anosmia.[]