Tech

Hati-hati Jasa Sadap WhatsApp, Berujung Pemerasan

Banyak orang ingin mengetahui privasi dan mengambil alih akun orang lain


Hati-hati Jasa Sadap WhatsApp, Berujung Pemerasan
Ilustrasi menggunakan WhatsApp. (pixabay.com/jorge_henao15)

AKURAT.CO, Saat ini, kebanyakan orang ingin mengetahui privasi dan mengambil alih akun orang lain atau menyadap WhatsApp orang lain.

Misi menyadap pun bermacam-macam, mulai ingin tahu privasi pemilik akun tentang bisnis, obrolan dengan mantan, pasangan dan lainnya.

Nah, misi tersebut, akhirnya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan tujuan mencari keuntungan.

baca juga:

Pasalnya, saat ini banyak orang atau penipu yang mengaku dapat membobol pesan whatsApp namun harus membayarnya.

Tapi, mirisnya ketika si korban ingin menyadap justru menjadi korban penipu yang mengaku mampu menyadap.

Pasalnya, bukan sadapan yang didapat akan tetapi menjadi korban aksi pemerasan. Hacker mengancam korban jika tidak membayarkan sejumlah uang, maka aksi penyadapan ini akan dilaporkan kepada pemilik nomor yang akan disadap.

Dikutip dari Vaksincom, Sabtu (14/5/2022), pasalnya, untuk melancarkan aksi kejahatannya, pelaku mengiklankan dirinya dapat menyadap berbagai media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dan Twitter.

Ketika, korban tergiur, maka korban langsung menghubungi nomor yang diiklankan.

"Cukup dengan biaya Rp 500.000, semua pesan dan panggilan akan tersadap, begitu klaim penipu," tulis Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya.

Hingga kini, aku tersebut telah dilaporkan dan diblokir oleh Twitter.

Pasalnya, sudah banyak yang menjadi korban pemerasan hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

"Teknik yang digunakan sebenarnya simpel, menggunakan keawaman korbannya, penipu menggunakan istilah IT seperti Two Factor Authentication, scan sidik jari dan beberapa capture yang terlihat seakan proses penyadapan sudah berhasil dan berjalan di depan mata," ungkapnya.

Lebih lanjut, ketika korban telah mengirimkan uang dengan nominal yang cukup besar namun hasil sadapan belum diberikan, korban marah.

Namun pelaku mulai beraksi dan menjadi aksi pemerasan dan teror.

"Jika korban tidak mengirimkan uang yang diminta, maka pemilik nomor yang ingin disadap akan diberitahu bahwa korban ingin menyadap nomor tersebut," pungkasnya.[]