Lifestyle

Hati-hati! Jaga Kesehatan Setelah Gunung Api Meletus

masalah kesehatan setelah letusan gunung berapi tidak boleh dianggap sepele, seperti bronkhitis, alergi, gangguan saluran pencernaan.


Hati-hati! Jaga Kesehatan Setelah Gunung Api Meletus
Gunung Semeru mengeluarkan awan panas terlihat dari kawasan Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2020). Aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat sejak sepekan terakhir dengan mengeluarkan awan panas sejauh tiga kilometer dan intensitas delapan kali guguran lava pijar dengan status level II atau waspada. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

AKURAT.CO  Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021). Gunung berapi ini memuntahkan asap, debu vulkanik, dan batu yang sangat merusak. Letusan gunung berapi ini dapat mengakibatkan ancaman tambahan bagi kesehatan, seperti banjir, tanah longsor, pemadaman listrik, pencemaran air minum, dan kebakaran hutan. Selain itu, masalah kesehatan setelah letusan gunung berapi juga tidak boleh dianggap sepele. Paparan abu bisa berbahaya. dan menyebabkan penyakit pernapasan, seperti pneumonia dan bronkhitis, alergi, radang atau pada mata dan kulit, gangguan saluran pencernaan.

"Perlu diwaspadai perburukan dari penyakit kronik baik karena daya tahan tubuh yang turun maupun karena stres atau lalai makan obat," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, dikutip AKURAT.CO pada Minggu (5/12/2021). 

Bayi, orang tua, dan orang dengan kondisi pernapasan seperti asma, emfisema, dan penyakit paru-paru kronis lainnya wajib untuk berhati-hati agar tidak menghirup abu vulkanik.

"Bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronik, pastikan obat rutin harus selalu dikonsumsi," pesan Tjandra.

Selain masalah pernapasan, masyarakat juga diimbau agar berhati-hati dengan risiko cedera seperti patah tulang, luka dan sebagainya," ujar dia.

Adapun langkah-langkah untuk mencegah penyakit akibat asap dan debu vulkanik letusan gunung berapi, diantaranya : 

  • enghindari keluar rumah atau lokasi pengungsian bila tidak sangat diperlukan khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah terdampak asap dan debu vulkanik.
  • Gunakan pelindung seperti masker, bila terpaksa keluar rumah.
  • Tutup sarana air atau sumur gali terbuka dan penampungan air yang terbuka agar tidak terkena debu.
  • Cuci bersih semua makanan, buah, sayur.
  • Mencari pengobatan ke sarana pelayanan kesehatan bila terdapat keluhan kesehatan seperti batuk, sesak nafas, iritasi pada mata dan kulit.
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baik di rumah dan juga semaksimal mungkin di tempat pengungsian.

Adapun salah satu dampak jangka panjang dari abu vulkanik adalah silikosis. Ini adalah penyakit yang mengakibatkan kerusakan paru-paru dan jaringan parut, dari paparan partikel silika kristal bebas. Mineral yang terkait dengan silikosis termasuk kuarsa, kristobalit, dan tridimit, semuanya berpotensi hadir dalam abu vulkanik.

Jadi, selalu jaga kesehatan ya!