Lifestyle

Hati-hati, Ini Dampak Bullying pada Anak

Bullying dapat dilakukan oleh siapa saja. Bullying memiliki dampak jangka panjang bagi korbannya.


Hati-hati, Ini Dampak Bullying pada Anak
Aksi bullying pada anak (ANGIE GISLER)

AKURAT.CO, Sebagian besar anak-anak sering saling menggoda dengan saudara atau temannya. Dan itu biasanya tidak berbahaya jika dilakukan dengan cara yang menyenangkan, saling menguntungkan, dan kedua anak menganggapnya lucu. Tetapi ketika ejekan menjadi menyakitkan, dilakukan terus-menerus, dan melewati batas, itu harus segera dihentikan. 

Bullying merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang menyakiti, dan mempermalukan seseorang. Tindakan bullying juga sering dilakukan secara berulang-ulang  dengan tujuan untuk membuat korban merasa tidak berdaya. 

Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, bisa berupa fisik (mendorong, meninju, atau memukul); verbal (panggilan nama atau ancaman); atau psikologis dan emosional (menyebarkan rumor atau mengucilkan seseorang dari percakapan atau aktivitas). Dan dengan meluasnya penggunaan media sosial, bullying antara anak-anak dapat terjadi di luar jam sekolah. Ya, mereka bisa melakukannya melalui pesan teks, dan posting di media sosial. Ini disebut cyberbullying

Melansir dari Kids Health, anak-anak melakukan bully karena berbagai alasan. Terkadang mereka melakukan bully hanya untuk merasa lebih penting, populer, atau memegang kendali. Oleh karena itu, mereka akan mencari anak yang tampak lebih lemah secara emosional atau fisik, atau hanya bertindak atau tampak berbeda dalam beberapa hal.

Sementara menurut UNICEF Indonesia, anak-anak yang melakukan bullying biasanya berasal dari status sosial atau posisi kekuasaan yang lebih tinggi, seperti anak-anak yang lebih besar, lebih kuat, atau dianggap populer sehingga dapat menyalahgunakan posisinya.

Namun, kondisi ini tidak selalu terjadi. Terkadang anak-anak menyiksa orang lain karena begitulah mereka diperlakukan sehari-hari. Mirisnya, beberapa acara televisi populer juga secara tidak sadar mempromosikan aksi bullying. Ya, sering kali ada cerita dimana anak-anak diejek dan diajauhi karena penampilan atau kurangnya bakat mereka pada sesuatu. 

Bullying dapat menimbulkan dampak yang berbahaya dan jangka panjang bagi anak-anak. Selain efek fisik dari bullying, anak-anak dapat mengalami masalah kesehatan mental dan emosional, termasuk depresi dan kecemasan.

Berikut beberapa dampak  bullying jangka panjang yang bisa terjadi pada korban:

  • Berkurangnya motivasi belajar dan bersekolah. Ini bisa tampak dengan menurunnya nilai akademis anak. 
  • Anak akan menutup diri dari pergaulan, bahkan kerap cemas bila ada di situasi baru.
  • Depresi.
  • Rendah diri.
  • Bunuh diri.
  • Bisa menjadi pelaku bullying (tidak semua anak).

Bagaimana kamu mengetahui jika anak menjadi korban bullying? Hal ini tentunya cukup sulit, kecuali jika anak memberi tahu kamu tentang intimidasi yang dialaminya, atau kamu melihat  memar atau cedera pada tubuhnya.

Namun, ada beberapa tanda yang mungkin bisa kamu perhatikan : 

  • Bertindak berbeda atau sering tampak cemas.
  • Tidak makan, tidak tidur nyenyak, atau tidak melakukan hal-hal yang biasanya mereka sukai.
  • Tampak lebih murung atau lebih mudah marah dari biasanya.
  • Menghindari situasi tertentu.
  • Ketidakhadiran, bolos, atau menelepon dari sekolah meminta pulang.
  • Mencoba terus menerus ingin dekat orang dewasa.
  • Menjadi sangat rahasia, terutama dalam hal aktivitas online.

Jika kamu mencurigai adanya bullying tetapi anak  enggan membuka diri, temukan cara agar dia mau jujur.  Misalnya, kamu mungkin melihat ada aksi bullying di acara TV dan bertanya, "Apa pendapatmu tentang ini?" atau "Menurut kamu, apa yang seharusnya dilakukan orang itu?"

Kamu juga bisa bertanya,  "Apakah kamu pernah melihat ini terjadi?" atau "Apakah kamu pernah mengalami ini?"

Beri tahu anak-anakmu bahwa jika mereka diintimidasi atau dilecehkan, atau melihat orang lain dibully, penting untuk berbicara dengan seseorang tentang hal itu. Beritahu anak bahwa dia bisa dengan bebas berbicara kepadamu, orang dewasa lain (guru, konselor sekolah, atau teman keluarga), atau saudara kandung.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co