Lifestyle

Hati-hati Bun, Yuk Kenali Diabetes Tipe Dua pada Anak

Anak-anak biasanya mengidap diabetes tipe 1. Namun, para ahli menemukan diabetes tipe 2 sekarang lebih sering ditemukan pada anak-anak


Hati-hati Bun, Yuk Kenali Diabetes Tipe Dua pada Anak
Ilustrasi - Diabetes pada anak (Unsplash/Jonathan Borba)

AKURAT.CO  Selama ini diabetes dianggap sebagai penyakit orang dewasa. Faktanya, anak-anak bahkan bayi juga dapat mengidap diabetes.

Melansir Kids Health, diabetes adalah penyakit yang mempengaruhi cara tubuh menggunakan glukosa, jenis gula utama dalam darah.

Glukosa, yang berasal dari makanan yang dikonsumsi, merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan untuk bahan bakar tubuh.

baca juga:

Untuk menggunakan glukosa, tubuh membutuhkan hormon insulin.

Namun pada penderita diabetes, tubuh tidak dapat membuat insulin atau insulin tidak bekerja di dalam tubuh sebagaimana mestinya.

Ada dua jenis diabetes, yaitu

  • Diabetes tipe 1, di mana sistem kekebalan menyerang pankreas dan menghancurkan sel-sel yang membuat insulin.
  • Diabetes tipe 2, di mana pankreas masih dapat membuat insulin, tetapi tubuh tidak meresponsnya dengan baik.

Pada kedua jenis diabetes tersebut, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel secara normal. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula darah, yang dapat membuat seseorang sakit jika tidak diobati.

Anak-anak biasanya mengidap diabetes tipe 1. Namun, Johns Hopkins Medicine menyatakan bahwa diabetes tipe 2 sekarang lebih sering ditemukan pada anak-anak. Hal ini pun senada dengan pernyataan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

"Meskipun kasus diabetes tipe-1 yang paling banyak pada anak, terdapat kecenderungan peningkatan kasus diabetes tipe-2 pada anak dengan faktor risiko obesitas, genetik dan etnik, serta riwayat diabetes tipe-2 di keluarga," demikian keterangan Kemkes RI pada 2018. 

Para peneliti tidak sepenuhnya memahami mengapa beberapa anak mengembangkan diabetes tipe 2 dan yang lainnya tidak, bahkan jika mereka memiliki faktor risiko yang sama. Namun, jelas bahwa faktor-faktor tertentu meningkatkan risiko, termasuk:

Berat badan

Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang utama untuk diabetes tipe 2 pada anak-anak. Semakin banyak jaringan lemak yang dimiliki anak, terutama di sekitar perut, semakin resisten sel tubuh mereka terhadap insulin.

Tidak aktif

Kurang aktif anak akan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Aktivitas fisik membantu anak mengontrol berat badannya, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel-sel tubuh anak lebih responsif terhadap insulin.

Sejarah keluarga

Risiko anak terkena diabetes tipe 2 meningkat jika dia memiliki orang tua atau saudara kandung dengan penyakit tersebut.

Usia dan jenis kelamin

Banyak anak mengembangkan diabetes tipe 2 di awal masa remaja mereka. Namun, perempuan remaja lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2 daripada remaja laki-laki.

Berat badan lahir dan diabetes gestasional.

Berat badan lahir rendah dan lahir dari ibu yang menderita diabetes gestasional selama kehamilan keduanya terkait dengan risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

Kelahiran prematur

Bayi yang lahir prematur, sebelum usia kehamilan 39 hingga 42 minggu, memiliki risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2.

Jika anak kelebihan berat badan  dan memiliki dua faktor risiko yang tercantum di atas, bicarakan dengan dokter dan lakukan tes gula darah.

Pengujian biasanya dimulai pada usia 10 tahun atau saat pubertas dimulai, mana yang lebih dulu, dan diulang setiap 3 tahun.[]