Lifestyle

Hati-hati Bullying di Tempat Kerja

Bullying di tempat kerja adalah pola perilaku yang konsisten dari rekan kerja, yang dapat menyebabkan korban mengalami kerugian mental dan masalah fisik.


Hati-hati Bullying di Tempat Kerja
Hati-hati bullying di tempat kerja || HCAMAG.COM (HCAMAG.COM)

AKURAT.CO, Bullying di tempat kerja adalah pola perilaku yang konsisten dari rekan kerja, bawahan, bos, dan lain-lain, yang dapat menyebabkan korban mengalami kerugian emosional dan mental yang serius, juga kerusakan fisik.

Perilaku bullying termasuk pelecehan psikologis, pelecehan verbal dan non-verbal, bahkan kekerasan fisik. Bentuk perilaku bullying di sekolah dan tempat kerja pun cukup jauh berbeda. Dibandingkan kasus di sekolah, bullying di tempat kerja terjadi lebih halus dan pada tingkat psikologis yang lebih dalam.

"Pengecualian berulang, pemindahan yang disengaja, penilaian yang rendah, pengucilan, dan pembagian preferensi proyek kerja memang bisa menjadi beberapa perilaku selektif yang ditunjukkan oleh pelaku. Perlakuan seperti itu dapat meninggalkan korban. merasa terisolasi dan tertekan," kata Dr. Kedar Tilwe, Psikiater, Rumah Sakit Hiranandani, Rumah Sakit Jaringan Vashi-A Fortis, dilansir AKURAT.CO dari Times of India, Minggu, (5/9/2021). 

Sesuai laporan yang diterbitkan di Forbes, korban bullying seringkali adalah mereka yang lebih terampil atau lebih mahir secara teknis. Beberapa kasus bullying terjadi karena perbedaan etnis. 

Sementara, kebanyakan pelaku bullying cenderung memiliki ciri umum, yaitu manipulatif, suka memegang kendali dan memperlakukan segala sesuatu dan semua orang sebagai saingan. Saat merasa kurang kompeten dan tidak dapat memenangkan persaingan, mereka menggunakan intimidasi kepada orang-orang yang mereka anggap sebagai ancaman.

Pelaku bullying juga bisanya beroperasi dalam kelompok atau mengandalkan 'mentalitas kawanan'. Bahkan di kantor, seorang pengganggu bertahan dan berkembang di bawah dukungan teman-teman dekatnya, yang sering menunjukkan perilaku kasar dan manipulatif.

Sebagian besar ahli percaya bahwa orang yang menjadi pengganggu sering kali adalah korban tindakan jahat itu di masa kecil. Meskipun begitu, ini tidak bersifat mutlak sebab ada banyak faktor yang membuat seseorang menjadi penganggu.

Namun, apapun alasannya, bullying telah membuat korban terganggu secara psikologis dan mental. Bahkan korban sering terdorong untuk mengambil langkah-langkah ekstrim.

Meskipun melaporkan pelaku bullying di tempat kerja tidak mudah, namun korban selalu dapat mencoba untuk menghadapi si pelaku. Korban harus berani melaporkan insiden yang dialaminya, dan dirinya harus diberikan jaminan perlindungan.[]