Lifestyle

Hati-hati dengan Unggas, China Laporkan Kasus Flu Burung H10N3

Cina melaporkan seorang pria terinfeksi flu burung H10N3 tapi ilmuwan tetap merasa khawatir apabila penyakitada indikasi menular ke sesama manusia


Hati-hati dengan Unggas, China Laporkan Kasus Flu Burung H10N3
Petugas memberi makan unggas jenis Nuri di Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, Sabtu (9/5/2020). (AKURAT.CO/Dharma WIjayanto)

AKURAT.CO, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), melaporkan bahwa seorang pria berusia 41 tahun di Provinsi Jiangsu terinfeksi flu burung H10N3. Ini merupakan kasus pertama pada manusia.

Pria tersebut dirawat di rumah sakit pada 28 April 2021 dan didiagnosis terkena flu burung H10N3 pada 28 Mei lalu.

Dilansir dari Reuters, NHC tidak menjelasakan secara rinci mengenai penyebab pria tersebut bisa terinfeksi flu burung H10N3. Meski demikian, saat ini kondisi sang pasien dilaporkan sudah stabil dan siap keluar rumah sakit.

NHC menambahkan bahwa tak ada kasus lain terkait infeksi flu burung H10N3 pada manusia, yang dilaporkan secara global alias belum berpotensi mewabah secara global seperti Covid-19.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), H10N3 merupakan jenis patogen rendah, yang berarti potensi penularannya sangat ringan dan tidak mungkin menyebabkan wabah berskala besar.

"Sumber paparan virus H10N3 pada pasien tidak diketahui hingga saat ini dan tidak ada kasus lain yang ditemukan dalam pengawasan darurat, di antara penduduk setempat. Saat ini tidak ada indikasi penularan dari manusia ke manusia," ujar WHO dikutip dari Reuters, Rabu, (2/6).

Hati-Hati Bermain Dengan Unggas, Di Cina Sudah Ada Laporan Kasus Flu Burung H10N3 - Foto 1
Komisi Kesehatan Nasional Cina (NHC) Laporan NHC bahwa ada kasus pertama manusia terjangkit flu burung H10N3. Laman NHC

Dilansir dari Live Science, penyakit flu burung sendiri biasanya terjadi pada hewan unggas. Penularan dari hewan ke manusia disebut jarang sekali terjadi. Burung yang terinfeksi akan mengeluarkan virus lewat cairan seperti air liur, lendir, dan kotoran. Manusia dapat terinfeksi ketika cairan burung terkontaminasi virus masuk ke mata, hidung, atau mulut.

Secara umum, H10N3 tak terlalu sering muncul di inang alaminya yaitu pada hewan unggas. Kendati penularan H10N3 dari hewan ke manusia juga jarang terjadi, tapi para ilmuwan tetap merasa khawatir apabila penyakit flu tersebut sudah ada indikasi menular ke sesama manusia.

Jadi, bila kamu harus beraktifitas di kadang unggas dan bersama unggas, usahakan tubuh tak terkontaminasi dengan air liur, lendir dan kotorannya.

Lalu, jagalah kesehatanmu dengan cara makan makana sehat, tidur yang teratur dan kelola stres dengan baik. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Okey?[]