Lifestyle

Hati-hati, Berikut 5 Tanda Pasanganmu Seorang Pembohong

Hubungan dibangun atas dasar kepercayaan dan kejujuran. Namun, ada beberapa orang yang sudah terbiasa berbohong tentang kehidupannya,termasuk pada pasangan


Hati-hati, Berikut 5 Tanda Pasanganmu Seorang Pembohong
Ilustrasi pembohong kompulsif

AKURAT.CO Hubungan dibangun atas dasar kepercayaan dan kejujuran. Sayangnya, dalam banyak kasus beberapa orang memilih untuk berbohong kepada pasanganya.

Ya, sejumlah penelitian menunjukkan jika ada beberapa orang yang memang sudah terbiasa berbohong tentang hidupnya, termasuk kepada pasangannya. Orang seperti ini disebut pembohong kompulsif. Bagi orang seperti ini, berbohong adalah kebiasaan. 

Tujuan dari kebohongannya adalah untuk dianggap keren dari orang lain. Dalam hal ini, kebohongan kompulsif sering disebut sebagai pencitraan. 

Pembohong kompulsif bisa berbohong tentang apa pun dan dalam situasi apa pun. Mereka pada dasarnya sadar akan kebohongannya yang telah mereka ciptakan, namun tidak dapat berhenti berbohong karena sudah terbiasa. Saking biasanya berbohong, pembohong kompulsif merasa tidak nyaman saat berbicara jujur. 

Kamu tentunya tidak ingin memiliki pasangan seorang pembohong kompulsif kan? Sebab, kejujuran adalah salah satu fondasi utama dalam hubungan. Dan kebohongan kecil apapun dapat merusak hubungan. Sayangnya, sangat sulit untuk mengetahui apakah seorang termasuk pembohong kompulsif atau tidak. Sebab, dia mungkin sangat ahli menutupi kebohongannya. 

Namun, ada beberapa tanda yang dapat kamu jadikan sebagai petunjuk terkait ketidakjujuran pasanganmu. Yuk simak penjelasan AKURAT.CO berikut ini.

Bahasa tubuh

Perhatikan bahasa tubuhnya saat kamu berbicara. Jika pasangan terlihat gelisah atau tidak menatap matamu, mungkin dia sedang menutupi sesuatu. Umumnya, orang yang jujur akan bersikap lebih leluasa dan terlihat nyaman. Hal ini biasanya disertai dengan insting bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan pasanganmu.

Ini adalah tanda paling sederhana untuk mengetahui apakah seseorang sedang berbohong atau tidak. Namun untuk pembohong kompulsif, tanda ini tidak terlalu kelihatan karena mereka sudah terbiasa melakukan kebohongan. 

Ceritanya terus berubah

Pasanganmu menceritakan sesuatu kepadamu, tetapi mendadak ceritanya berubah saat dia menyampaikan kepada teman-temannya. Jika ini terus terjadi, dia mungkin sedang mengada-ada atau berbohong tentang hal itu.

Dia tidak dapat menjawab pertanyaanmu

Ada hal-hal yang tidak dapat dia jelaskan saat kamu bertanya tentang sesuatu.  Kalau memang jujur, seharusnya dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menjawabmu. Dia pun tampak selalu mencoba menutupi sesuatu dengan mengganti pembicaraan

Tindakannya tidak sesuai dengan omongannya

Pembohong kompulsif kerap membuat kesalahan dengan melakukan hal yang bertentangan dari ucapannya. Hal ini terjadi lantaran dirinya kerap lupa akan detail kecil dari kebohongan yang diucapkannya.  Misalnya, dia mengatakan renang adalaholahraga favoritnya, dan dia selalu berenang setiap weekend. Namun, saat kalian pergi ke pantai dia mengatakan tidak suka berenang. 

Terlalu detail saat bercerita

Pembohong kompulsif cenderung sangat detail saat bercerita. Ini dilakukan agar kebohongannya terdengar meyakinkan. Sayangnya, kadang hal yang diucapkannya justru  terlalu rinci sehingga seakan terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.  Dalam kesempatan lain, dia justru tidak mengingat apa saja yang telah dia ucapkan sebelumnya.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co