Lifestyle

Jangan Baby Shaming ke Anak Sendiri!

Tanpa diisadari, orang tua juga mungkin untuk melakukan baby shaming kepada anaknya. Misalnya, melarang Si Kecil menangis, mengabaikannya, membandingkan.


Jangan Baby Shaming ke Anak Sendiri!
Ilustrasi ibu muda yang alami baby blue dan depresi. (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Pernahkah Mom mendengar istilah baby shaming? Menurut Dr. Annisa Nur Aini, SpA, dokter spesialis anak dari Brawijaya Hospital and Clinic, baby shaming adalah tindakan mengkritik atau menghina penampilan, bentuk tubuh dan perilaku si Kecil.

Baby shaming sering terjadi secara tidak sengaja dan tanpa disadari. Ya, seseorang yang melakukan bady shaming biasanya tidak berpikir panjang bahwa komentarnya akan melukai perasaan Mom. Dia hanya menganggap hal itu sebagai sebuah candaan, nasihat atau basa-basi belaka.

Umumnya, itu berasal dari orang lain. Namun, bisa juga  datang dari orangtua dan keluarga sendiri. Ya, orangtua kandung bisa menjadi pelaku utama baby shaming. Ini cenderung dilakukan oleh ibu yang pertama kali memiliki anak, serta mengalami baby blouse syndrome (gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan). 

Mom biasanya tidak tahu apa yang harus dilakukan pada Si Kecil, sehingga sering mengucapkan atau melakukan hal yang pada akhirnya sering Mom sesali. Misalnya, Mom membentak Si Kecil yang sedang menangis. 

Psikolog Anastasia Moloney mengingatkan Mom untuk tidak membentak Si Kecil kala menangis, entah karena lapar atau alasan lainnya. Menurut Moloney, orangtua tidak sepantasnya melarang anak menangis. Alih-alih memarahi, Mom seharusnya bisa mencari tahu apa yang dirasakan dan diinginkan Si Kecil. 

“Bayi usia 2-3 tahun masih memiliki kesulitan dalam membatasi tingkah laku dan apa yang mereka ucapkan. Jadi, jangan perlakukan mereka seperti orang dewasa,” terang Anastasia Moloney, dikutip Akurat.co dari Healthyway, Selasa, (28/7/2021).

Moloney pun menyarankan orangtua untuk selalu memikirkan konsekuensi dari tindakan ataupun ucapan yang Mom lontarkan kepada Si Kecil. Pastikan untuk selalu memberi contoh positif dan bertutur kata baik dalam masa tumbuh kembang anak. 

Demi menghindari baby shaming, Mom diharapkan mampu memahami perkembangan dan tingkah laku Si Kecil. Ini juga akan membantu Mom dalam memutuskan pola asuh mana yang tepat sehingga perkembangan Si kecil menjadi lebih maksimal. 

"Pemilihan kata, nada bicara, dan ekspresi wajah saat berbicara maupun menasihati anak perlu diperhatikan. “Cara berbicara orangtua menjadi contoh bagi anak,” terang ahli parenting, Peggy O’Mara. 

Berikut ini beberapa baby shaming yang sering dilakukan orangtua kepada anaknya sendiri, mengutip Rompes: 

  • Melarang menangis.
  • Menertibkan saat mengemil.
  • Terlalu menuntut.
  • Tidak mau minta maaf kepada anak.
  • Menggunakan unsur agama untuk mengubah perilaku anak.
  • Membandingkan anak.[]