Lifestyle

Hati-hati! 8 Tanaman Ini Punya Efek Mirip Narkoba Lho

Ada beberapa jenis tanaman yang memiliki efek lebih berbahaya layaknya narkoba


Hati-hati! 8 Tanaman Ini Punya Efek Mirip Narkoba Lho
Tanaman kecubung atau bunga terompet

AKURAT.CO, Narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya) adalah zat atau obat yang dapat menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Awalnya, narkoba dimanfaatkan untuk kebutuhan medis, namun pada praktiknya obat-obatan tersebut kerap disalahgunakan sehingga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan kualitas hidup  orang yang mengonsumsinya. 

Ganja, shabu, ekstasi, heroin, dan kokain adalah beberapa jenis narkoba  yang paling populer di kalangan penyalahguna narkoba. Tidak cuma populer namun, efeknya juga sangat mengerikan bagi penggunanya.

Namun tahukah kamu bahwa ada beberapa jenis tanaman yang memiliki efek lebih berbahaya layaknya narkoba. Akibat efeknya tersebut, tanaman-tanaman ini sering disalahgunakan orang menjadi zat adiktif seperti narkoba.

Berikut AKURAT.CO rangkum beberapa  jenis tamanan yang memiliki efek berbahaya seperti narkoba:

Daun Khat

Tanaman chata edulis atau khat merupakan bahan baku katinon dan turunannya metilon Cathynone dan turunannya metilon. Ada dua jenis tanaman khat, yakni khat hijau dan khat merah. Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh BNN, Khat mengandung Katinona dalam waktu 48 jam pasca dipetik.

Sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Katinona masuk sebagai Narkotika Golongan 1. Sedangkan Katina merupakan Narkotika Golongan 3.Tanaman Khat ini umumnya banyak dinikmati oleh turis asal Timur Tengah.

Katinona dan Katina memiliki efek stimulan, seperti timbulnya euforia, hiperaktif, tidak mengantuk, dan tidak menimbulkan rasa lapar. Konsumsi dalam waktu lama mengakibatkan depresi, halusinasi, kelainan psikosis, kanker mulut, stroke, dan kematian Di beberapa negara, Khat telah dikontrol penggunaannya. Di Somalia, Kenya, dan Ethiopia, Khat masih dianggap legal. Sedangkan di sebagian negara-negara Eropa, seperti Finlandia, Perancis, dan Jerman, sudah melarang peredaran tanaman ini.

Bunga kecubung

Borrachero atau yang lebih dikenal dengan sebutan bunga kecubung atau bunga terompet kerap digunakan sebagai penghilang kesadaran atau sebagai zat pembius alias anestesi. Pasalnya. kecubung  mengandung metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi.

Dalam situs Ilmu Pengetahuan dan Teknologi disebutkan bahwa kecubung mengandung senyawa kimia alkaloid. Senyawa jenis ini terdiri atas atropin, hiosiamin, dan skopolamin yang bersifat antikholinergik. Kecubung juga mengandung hiosin, zat lemak, kalsium oksalat, meteloidina, norhiosiamina, norskopolamina, kuskohigrina, dan nikotina.

Kandungannya Skopolamin yang ada dalam bunga kecubung dikenal dengan sebutan ‘The Devil’s Breath’ atau dalam bahasa indonesia artinya nafas setan. Harga satu gram skopolamin mirip dengan harga satu gram kokain, bahkan pengedar tersebut menyebutnya lebih buruk dari antraks. Dalam dosis yang tinggi obat ini bisa menyebabkan kematian. Obat ini juga bisa menghilangkan ingatan penggunanya.

Daun kratom

Tanaman herbal ini termasuk tanaman psikoaktif yang dimanfaatkan sebagai jamu dan ramuan medis tradisonal di sejumlah wilayah Asia Tenggara sejak ribuan tahun silam. Daun ini sudah lama dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia sebagai 'obat ajaib' segala penyakit, mulai dari kecanduan opioid, penghilang rasa sakit, hingga mengatasi kecemasan.

Namun, di luar negeri dianggap sebagai narkoba atau obat terlarang. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menemukan bahwa salah satu senyawa yang ditemukan dalam kandungan tanaman ini adalah opioid yang mampu memicu kecanduan hingga kematian. FDA mendesak pembatasan lebih besar lagi terhadap penjualan Kratom menyusul masih ada 43 negara bagian AS yang melegalkan konsumsi daun tersebut.

Pala

Di Indonesia, pala kerap  dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan campuran rempah untuk masakan, minuman, bahkan obat tradisional. pala punya efek yang menyerupai ganja saat dikonsumsi sembarangan. Apabila dikonsumsi langsung, pala dapat menyebabkan efek euforia dan halusinasi yang amat parah. Bahkabn pala bisa menyebabkan kejang-kejang dan kematian.

Selada liar

Jangan khawatir, selada liar berbeda dengan selada yang kamu konsumsi sehari-hari. Menurut penelitian, selada liar dapat menimbulkan efek mabuk. Bahkan tanaman ini digunakan sebagai bahan campuran rokok ilegal di Amerika Serikat. Bagian yang kerap digunakan adalah batangnya.

Blue lotus

 Konon, blue lotus memang terkenal sejak zaman Mesir kuno karena efeknya yang mirip ganja. Ya, blue lotus mengandung unsur alkaloid psikoaktif apomorphie yang berguna untuk memberi efek penenang, meningkatkan kesadaran, dan  juga mengatasi kecanduan alkohol. Maka tak heran bila blue lotus kerap disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai campuran obat ilegal. Jika digunakan secara sembarangan, Blue Lotus bisa memicu sesak nafas dan berujung pada kematian.

Hawaiian Baby Woodrose

Tumbuhan ini juga biasa disebut dengan elephan creeper, yang pertama kali ditemukan di Asia Selatan. Tingginya bisa mencapai  31 kaki. Di Indonesia, Hawaiian Baby Woodrose bisa ditemukan di dataran rendah. Biji dari bunga ini dapat menimbulkan efek mabuk dan halusinasi.  Bahkan satu biji bunga Hawaiian Baby Woodrose setara dengan empat helai daun ganja lebar. Selain mabuk, Hawaiian Baby Woodrose juga dianggap sebagai tanaman beracun karena dapat memancing rasa mual dan sakit kepala.

Kanna

Bungga yang berasal dari Afrika Selatan ini digunakan sebagai bahan bius untuk melumpuhkan musuh, hewan buruan, atau pasien yang membutuhkan ketenangan dalam penanganan tim kesehatan. Cara menggunakan kanna cukup mudah, yakni hanya ditelan. Dan saripati yang keluar dari kanna itu bisa membuat penggunanya merasa tenang. Namun, apabila digunakan secara berlebihan kanna bisa  menimbulkan euforia, halusinasi hingga badan yang mati rasa.

Itulah beberapa jenis tanaman yang memiliki efek yang sama dengan narkoba. Kamu tentunya harus bijak untuk tidak menyalahgunakan tumbuhan-tumbuhan tersebut.