News

Hasto Tegaskan PDIP Lanjutkan Semangat Proislam Bung Karno dan Megawati

Ada ratusan kepala daerah PDIP kader NU.


Hasto Tegaskan PDIP Lanjutkan Semangat Proislam Bung Karno dan Megawati
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan partai politiknya sangat menghargai Islam melalui kebijakan dan pendidikan di internalnya. Sebab itu ajaran Proklamator RI Bung Karno dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan Hasto menjawab pertanyaan ulama kondang Miftah Maulana Habiburrahman saat menjadi moderator di acara perayaan NU diselenggarakan partai berlambang banteng moncong putih itu secara virtual, Minggu (31/1/2021). Ulama yang kondang disapa Gus Miftah itu heran mengapa PDI Perjuangan sering diserang dengan isu antiislam. Padahal, PDI Perjuangan memiliki garis ideologis dari Bung Karno sekaligus partai yang banyak diisi oleh kader-kader Nahdlatul Ulama (NU).

"PDIP banyak kader NU, ada 109 kepala daerah dan wakil kepala daerahnya PDIP yang kader NU, tetapi kok masih meragukan keislaman di PDIP? Bung Karno sendiri kita tahu sangat mencintai ulama-ulama NU," tanya Gus Miftah kepada Hasto.

Hasto menilai PDI Perjuangan merupakan partai politik pemenang. Karena itu, bicara aspek politik kekuasaan, wajar PDI Perjuangan diserang dengan isu tersebut.

"Padahal oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, kami diajarkan politik itu membangun peradaban, politik itu membangun persahabatan. Makanya, di PDI Perjuangan, politik itu tidak hanya ngurusi pemilih. Pohon-pohon saja kami urusi. Kemarin, kami menanam, membersihkan sungai, menjaga kebersihan, itu juga kan nilai-nilai Islam," kata Hasto.

Hasto juga menyampaikan Bung Karno dan Ketua Umum Megawati saat menjabat sebagai presiden, selalu berkonsultasi dengan ulama sebelum mengambil keputusan penting. Bahkan, Bung Karno dan Megawati turut mengangkat para ulama Islam terdahulu.

Bung Karno mencarikan makam Imam Bukhari serta merehabilitasi Masjid Biru di Uni Soviet. Megawati juga membangunkan masjid di makam Syekh Yusuf di Makassar.

"Bu Mega dulu saat menjadi presiden, dilobi kanan kiri agar kita memerangi terorisme, akar terorisme karena ketidakadilan masalah Palestina. Kita dukung kemerdekaan Palestina sesungguhnya. Itu Bu Mega. Ketika Irak diserang, Presiden AS George Bush telepon empat kali ke Bu Mega agar Indonesia sebagai Islam yang besar mendukung aksi Amerika ke Irak, tetapi Bu Mega bilang, 'No, anda tidak tahu Islam di Timur Tengah.' Maka kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa," kata Hasto.

Atas ajaran Bung Karno dan Megawati itu, lanjut Hasto, PDI Perjuangan sangat menghargai para muslim, termasuk warga nahdiyin. Karena itu, PDI Perjuangan merayakan Harlah Ke-95 NU pada hari ini.