Lifestyle

Hasil Studi: Tabir Surya Mengandung Seng Oksida Bisa Beracun

Menurut studi baru, tabir surya mengandung seng oksida dapat kehilangan keefektifannya dan beracun setelah dua jam terpapar radiasi sinar ultraviolet.


Hasil Studi: Tabir Surya Mengandung Seng Oksida Bisa Beracun
Ilustrasi penggunaan tabir surya (FREEPIK/gpointstudio)

AKURAT.CO, Tabir surya atau sunscreen dapat mencegah kerusakan kulit. Namun, bagaimana jika tabir surya yang kamu pakai menjadi beracun bagi kamu?  

Dilansir dari laman Times of India, menurut sebuah studi baru yang melibatkan para ilmuwan di Oregon State University. Disebutkan tabir surya dengan kandung seng oksida (zinc oxyde) dapat kehilangan keefektifannya bahkan menjadi beracun setelah dua jam terpapar radiasi sinar ultraviolet. 

Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal 'Photochemical and Photobiological Sciences' ini didapatkan dari menganalisis toksisitas pada ikan zebra, ikan yang memiliki kesamaan tingkat molekuler, genetik, dan seluler yang sama dengan manusia, membuat hasil penelitiannya cukup relevan. Tiga peneliti, yaitu Robyn Tanguay dan Lisa Truong dari fakultas Ilmu serta rekan mereka, Claudia Santillan, mencoba mencari tahu tentang seberapa stabil, aman dan efektif bahan tabir surya dengan kombinasi tertentu, bukan sebagai kompinen individu seperti disetujui Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika yakni FDA (Food and Drug Administration). 

Para ilmuwan ini juga melihat apakah radiasi UV menyebabkan salah satu campuran menjadi racun bagi ikan zebra, organisme yang banyak digunakan dunia penelitian. Ikan tersebut diteliti mulai dari telur hingga berenang dalam lima hari, sampai ditemukan bahwa campuran yang terpapar UV tanpa seng oksida tidak menyebabkan perubahan signifikan pada ikan. 

“Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa tabir surya dapat bereaksi dengan cepat di bawah paparan sinar UV, sehingga cukup mengejutkan betapa sedikitnya pengujian toksisitas yang telah dilakukan pada produk fotodegradasi," ujar Truong yang dikutip pada Kamis, (25/11). 

Para ilmuwan melihat adanya perbedaan besar dalam fotostabilitas dan fototoksisitas ketika partikel seng oksida ditambahkan produk fotodegradasi yakni tabir surya, baik dalam nanopartikel atau mikropartikel yang lebih besar.

"Terlepas dari ukurannya, seng oksida mendegradasi campuran organik dan menyebabkan hilangnya lebih dari 80 persen perlindungan filter organik terhadap sinar ultraviolet-A. Sinar ini merupakan 95 persen radiasi UV yang mencapai bumi," kata Santillan. 

Santilan juga menambahkan bahwa tabir surya yang diinduksi seng-oksida menyebabkan peningkatan yang signifikan terhadap kecacatan ikan dan zebra, yang digunakan untuk menguji toksisitas. 

“Itu menunjukkan bahwa partikel seng oksida dapat menyebabkan degradasi, yang dapat membahayakan ekosistem perairan dan lingkungan. Temuan ini akan mengejutkan banyak konsumen yang disesatkan oleh label 'bebas nano' pada tabir surya berbasis mineral, yang menyiratkan bahwa tabir surya aman hanya karena tidak mengandung partikel yang lebih kecil," tambah Santillan.[]