Lifestyle

Hasil Studi: Efek Samping Vaksin Covid-19 Muncul Karena Sugesti

Efek samping merupakan gejala umum yang dirasakan bagi mereka yang telah menerima suntikan vaksin Covid-19. Para peneliti menyebutnya sebagai efek "Nocebo"


Hasil Studi: Efek Samping Vaksin Covid-19 Muncul Karena Sugesti
Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga yang mengikuti vaksinasi booster di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (17/1/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Kenali kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau efek samping vaksin Covid-19 booster banyak terjadi. Mengenali efek samping vaksin Covid-19 booster menjadikan kamu siap untuk mengikuti vaksinasi dosis ketiga.

Pemerintah juga telah menjalankan vaksin Covid-19 dosis lanjutan atau vaksin booster di Indonesia sejak 12 Januari 2022. Berdasarkan data resmi Covid-19.go.id hingga 20 Januari 2022, sebanyak 1.353.395 orang telah mendapatkan vaksin Covid-19 booster.

Seperti diketahui, terdapat enam jenis vaksin Covid-19 booster yang telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Janssen, Moderna, Zifivax, dan Sinopharm.

baca juga:

Akan tetapi, pemerintah hanya menggunakan tiga jenis vaksin Covid-19 untuk booster yakni Pfizer, Moderna dan AstraZeneca. Adapun tiga vaksin Covid-19 booster mempunyai efek samping berbeda pada setiap penerimanya.

Efek samping merupakan gejala umum yang dirasakan bagi mereka yang telah menerima suntikan vaksinasi seperti vaksin Covid-19.

Efek samping tersebut bisa berupa sakit kepala, demam, kelelahan, hingga nyeri otot. 

Namun, hasil studi yang diterbitkan jurnal JAMA Network Open baru-baru ini mengungkap, dua pertiga dari gejala-gejala yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh diri sendiri atau dapat dikatakan sugesti. Para peneliti menyebutnya sebagai efek "Nocebo" atau Nocebo Effect.

Temuan ini didapat setelah peneliti menganalisis data dari 12 uji klinis vaksin Covid-19 pada 22.802 orang, yang dibandingkan dengan 22.578 orang yang menerima suntikan plasebo. 

Sebagai informasi, suntikan plasebo merupakan suntikan kosong yang tidak mengandung vaksin dan tidak berdampak pada pasien. Penerima plasebo tidak diberi tahu bahwa mereka menerima plasebo.

Hasilnya, lebih dari 35 persen penerima plasebo mengalami gejala yang memengaruhi seluruh tubuh seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan. 

Sebanyak 16 persen penerima plasebo juga mengalami satu gejala lokal seperti nyeri di tempat suntikan, kemerahan, atau bengkak.

Sementara itu, pada kelompok penerima vaksin, 46 persen mengalami setidaknya satu efek samping sistemik dan dua pertiga melaporkan satu gejala lokal.

"Gejala nonspesifik seperti sakit kepala dan kelelahan - yang kami tunjukkan sangat sensitif terhadap nocebo - terdapat di antara reaksi merugikan yang paling umum setelah vaksinasi Covid-19 di banyak selebaran informasi," ujar Peneliti Ted J Kaptchuk, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Independent pada Jumat (21/01).

Temuan lain, setelah vaksin dosis kedua efek samping pada penerima vaksin dan plasebo berkurang. 

Menurut peneliti, hal ini terjadi karena penerima vaksin sudah mengantisipasi diri. sehingga tidak mengalami efek samping seperti suntikan dosis pertama.

Untuk mencegah efek samping nocebo saat vaksin, penerima vaksin disarankan untuk menghilangkan ketakutan dan yakin bahwa vaksin justru akan memberikan dampak positif terhadap tubuh.