News

Hasil Otopsi Jenazah Pendeta Yeremia Bakal Dirilis Setelah 2 Bulan

Masyarakat Hitadipa, Intan Jaya, Papua sepertinya harus lebih bersabar menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan secara saintifik terhadap jenazah Pendeta Yeremia Zanambani dilakukan.


Hasil Otopsi Jenazah Pendeta Yeremia Bakal Dirilis Setelah 2 Bulan
Komisioner Komnas HAM Mohacmmad Choirul Anam memastikan akan bekerjasama dengan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pilkada dan pilpres (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO  Masyarakat Hitadipa, Intan Jaya, Papua sepertinya harus lebih bersabar menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan secara saintifik terhadap jenazah Pendeta Yeremia Zanambani dilakukan.

Sebab, hasil otopsi itu diprediksi baru bisa diketahui hasilnya secara pasti 60 hari lagi. 

"Hasil autopsi kemungkinan antara 1 sampai 2 bulan karena ada beberapa bagian yang memang diambil dan memakan waktu secara saintifik dibuktikan apakah betul mati karena pendarahan akibat tembakan atau karena kematian yang lain. Apakah betul ada tindakan-tindakan kekerasan lain di luar soal penembakan itu," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Minggu (6/6/2021). 

Dia berharap, proses otopsi dan uji secara saintifik terhadap jenazah Pendeta Yeremia itu harusnya menjadi standar minimal penegakan hukum dan HAM di Papua.

Dengan demikian, setiap kekerasan berujung kematian ada acuan penanganan seperti yang terjadi pada almarhum Pendeta Yeremia. 

"Jadi, standar minimal kalau ada peristiwa di Papua, ini bisa menjadi contoh," katanya. 

Dia juga mengapresiasi keluarga pendeta Yeremia yang berkenan memberi kesempatan agar jenazah pendeta itu diotopsi.

Sebab, otopsi jenazah bukan hal lazim bagi masyarakat, karena sebagian dari mereka memandang tabu proses otopsi jenazah. Beragam alasan selalu menjadi hambatan utama proses otopsi terhadap jenazah. 

"Terakhir proses hukum Pendeta Yeremia, prosesnya saat ini memang menunggu otopsi, baru masuk ke mekanisme yang lain. Kami berharap ini tidak akan lama bisa masuk ke pengadilan dan berharap pengadilannya bersifat transparan, bisa diakses publik, persiapkan dengan baik, dan jauh lebih penting adalah menegakkan keadilan. Itu ditunggu oleh semua orang," katanya.