News

Hasil Audit KNKT Terkait Rentetan Kecelakaan Bus Transjakarta

Dari hasil audit, KNKT menemukaan temuan sementara penyebab rentetan kecelakaan bus Transjakarta.


Hasil Audit KNKT Terkait Rentetan Kecelakaan Bus Transjakarta
Armada bus TransJakarta melintasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia, di Jakarta, Selasa (7/12/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Rentetan kecelakaan bus Transjakarta membuat pihak PT Transjakarta menggandeng Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan audit total terhadap Transjakarta.

Dari hasil audit, KNKT menemukaan temuan sementara penyebab rentetan kecelakaan bus Transjakarta. KNKT menyebutkan jalur bus (busway) memiliki koridor yang sempit.

"Kita lihat secara menyeluruh, termasuk masalah bus Transjakarta ini berjalan di satu koridor khusus. Ini yang sebetulnya kalau kita nyerobot di jalur Transjakarta enak, karena mobil kecil. Kalau mobil bus ini minggir dikit nyerempet, minggir kanan nyerempet. Perlu fokus yang terus-menerus. Ini menyebabkan sopir fatigue (kelelahan), capek," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Lebih lanjut, KNKT juga mengungkapkan, pola operasional menjadi faktor lain penyebab kecelakaan. Sehingga, diharapkan pola ini bisa diubah.

Namun demikian, kata Soerjanto, masih banyak hal yang perlu ditinjau lebih lanjut oleh KNKT.

“Nanti apa yang jadi temuan kita akan analisa, akan berikan rekomendasi untuk gimana keselamatan di Transjakarta bisa ditingkatkan," tukasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan kepada PT Transjakarta. Setidaknya ada empat area yang menjadi fokus audit.

"Secara umum KNKT menyampaikan empat area yang akan jadi fokus utama di awal pemeriksaan audit yaitu Manajemen Organisasi, Pemastian Kesiapan Awak, Pemastian Kelaikan Kendaraan dan Road Hozzard Mapping (RHM) atau Petunjuk Pemetaan Bahaya atau Hambatan pada Jalur," katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengaku dirinya banyak menerima keluhan dari sopir bus Transjakarta yang bekerja melebihi batas waktu (overtime).

"Sopir itu mengeluh shift mereka terlalu panjang. Sudah terlalu panjang, kadang mereka dipindah dari satu trayek ke trayek lain biar enggak ketahuan overtime," ucap Gilbert dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Menanggapi hal tersebut, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membantah bahwa pihaknya mempekerjakan sopir lebih dari delapan jam per hari.

"Tidak ada yang lebih dari delapan jam, sesuai SOP (standar operasional prosedur), tidak ada," kata Direktur Utama PT Transjakarta Yana Aditya di Cawang, Jakarta Timur, Rabu (8/12/2021).

Sebagaimana diketahui, bus TransJakarta mengalami kecelakaan dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Kamis (2/12/2021), bus TransJakarta mengalami kecelakaan di simpang Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dalam insiden itu satu petugas bus Transjakarta menderita luka ringan. Akibatnya petugas langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan medis.

Kemudian sehari setelah kejadian, kecelakaan kembali terjadi pada Jumat 3 Desember 2021 sekira pukul 11.50 WIB. Bus Transjakarta yang dikemudikan menabrak pembatas di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan Gedung Ratu Plaza, Jakarta Selatan.

Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Hanya saja bus Transjakarta mengalami ringsek pada badan bagian depan.

Kemudian belum lama kejadian lebih miris kembali terjadi. Seorang pejalan kaki ditabrak bus Transjakarta hingga tewas di Jalan Taman Margasatwa Raya, Jati Padang, Jakarta Selatan, Senin 6 Desember 2021 malam.

Dalam peristiwa tersebut, pejalan kaki berinisial RY meninggal dunia di lokasi. Kecelakaan ini bermula saat bus Transjakarta baru saja melintas dari halte SMK 57 menuju ke arah pool Klender, namun tiba-tiba korban muncul dari pagar pembatas. []