Ekonomi

Harusnya Tiap Keluarga Berhemat Rp179.381, Berkat Harga Pangan yang Masih Bisa Ditekan

Keluarga Indonesia seharusnya bisa berhemat Rp179.381 bulan ini karena harga tujuh komoditas pangan sebenarnya bisa ditekan


Harusnya Tiap Keluarga Berhemat Rp179.381, Berkat Harga Pangan yang Masih Bisa Ditekan
Pedagang menata cabai merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (16/12/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Keluarga Indonesia seharusnya bisa berhemat Rp179.381 bulan ini karena harga tujuh komoditas pangan sebenarnya bisa ditekan menjadi lebih murah, demikian menurut pantauan Indeks Bulanan Rumah Tangga (BURT) Center for Indonesian Policy Studies (CIPS).

Indeks BURT mengamati pengeluaran untuk pembelian bahan pangan pokok masyarakat Indonesia dibandingkan dengan pengeluaran serupa di Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Penghematan dihitung dengan mengalikan perbedaan harga komoditas pangan di Indonesia dan harga terendah komoditas pangan di negara lain dengan tingkat rata-rata konsumsi tiap komoditas. Hasilnya kemudian dikalikan dengan jumlah rata-rata anggota keluarga Indonesia, yaitu empat orang.

“Jumlah yang bisa dihemat sangat berpengaruh bagi keluar berpenghasilan rendah. Mereka bisa mengalokasikan uang ini untuk kebutuhan lain, seperti biaya kesehatan atau sewa rumah,” jelas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan lewat ketergannya, Selasa (19/10/2021).

Harga tujuh komoditas pangan di Indonesia masih lebih tinggi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti inefisiensi proses produksi, keterbatasan stok hingga penyerapan pasar yang masih rendah akibat kebijakan pembatasan sosial.

Harga komoditas pangan yang tinggi dan berkurangnya penghasilan keluarga berpenghasilan rendah di masa pandemi telah membuat mereka lebih memilih mengkonsumsi pangan yang mengenyangkan dan murah dibandingkan dengan yang bergizi.

Pada September 2021, BPS mencatatkan deflasi sebesar 0,04% karena adanya penurunan harga di beberapa kelompok pengeluaran termasuk makanan,minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,47%.

Data Indeks Bu RT menunjukkan penurunan harga terjadi pada beberapa komoditas pangan, seperti minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, garam beryodium, beras, dan cabai merah namun dii saat bersamaan, terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan, seperti gula, ayam, dan daging sapi.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, harga daging sapi naik 3,7% dari Rp 159.899 menjadi Rp 165.833 di  bulan September. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, kenaikan harga sapi bakalan di negara-negara pengekspor sejak pertengahan 2020 berada dibalik kenaikan itu.

“Hal ini perlu diwaspadai pemerintah dengan terus memantau parameter harga dan ketersediaan stok. Jangan menunggu sampai terjadi kelangkaan dan harga semakin tidak bisa dijangkau, baik oleh konsumen maupun pengusaha UMKM yang membeli daging sapi secara eceran,” tandasnya.

Harga ayam sedikit naik dari Rp36.556 menjadi Rp36.733 karena kenaikan harga input, seperti Day One Chicken (DOC) Broiler yang berada di atas harga acuan, dan pakan seperti jagung dan kedelai.

Penurunan harga telur, yang dimulai sejak Juni 2021, masih menerus, menurun menjadi  Rp24.694 di bulan September dari Rp26.700 di bulan sebelumnya.  Kemendag menunjuk kepada produksi telur yang berlebihan dan permintaan yang melemah terutama akibat pembatasan mobilitas sebagai bagian dari kebijakan pengendalian COVID-19.

“Pemerintah perlu memastikan ketersediaan jagung sebagai komponen utama pakan ternak mudah diakses, berkualitas baik dan bisa didapat dengan harga terjangkau. Hal tersebut dapat memastikan penurunan harga tidak berdampak signifikan pada pendapat peternak ayam petelur,” jelasnya.

Cabai merah mengalami penurunan tajam pada periode Agustus-September dari Rp59.611 menjadi Rp52.833, sementara harga bawang merah turun tipis dari Rp79.389 menjadi Rp78.472.

Kementerian Pertanian dan Asosiasi Petani Cabai menyatakan telah terjadi kelebihan pasokan di beberapa daerah yang disertai penurunan permintaan selama pandemi, sementara harga bawang merah mungkin akan terus tertekan karena akan memasuki musim panen. []