Rahmah

Harus Dicontoh! Begini Cara Rasulullah Ajarkan Umatnya Keluar dari Jurang Kemiskinan

Islam sangat menekankan sisi persaudaraan sesama Muslim dalam memperkuat keutuhan masyarakatnya, terutama dalam bidang ekonomi dan kemasyarakatan.


Harus Dicontoh! Begini Cara Rasulullah Ajarkan Umatnya Keluar dari Jurang Kemiskinan
Kaligrafi Nabi Muhammad (pinterest.com)

AKURAT.CO  Suatu hari, ada seorang lelaki Ansar yang datang kepada Nabi Muhammad SAW meminta bantuan. Baginda Rasulullah SAW pun bertanya, “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumah?”

Lelaki Ansar itu menjawab, “Ya ada, yaitu pakaian kasar yang dapat mengalas punggung unta. Sehelai kami pakai dan ada yang sehelai dihamparkan. Dan juga bekas minum.” Raasulullah SAW kemudian berkata, “Bawa kedua-duanya kepadaku,”.

Maka tak lama lelaki Ansar itu pun membawa kedua-duanya kepada Rasulullah SAW lantas Baginda mengambilnya dan berkata kepada orang ramai (kaum Muhajirin), “Siapa yang mau membeli dua barang ini?”.

Seorang lelaki menjawab, “Aku akan membelinya dengan 1 dirham,”

Rasulullah pun kembali berkata dan mengulanginya dua dan tiga kali, “Siapa yang mau menawarkan 2 dirham?”

Seseorang pun menjawab, “Saya mau membelinya dengan 2 dirham,”

Rasulullah pun mengambil 2 dirham tersebut dan diberikan kepada lelaki Ansar tadi lalu berkata, “Belilah makanan 1 dirham untuk keluargamu dan 1 dirham lagi gunakan untuk membeli (mata) kapak dan bawa kepadaku,”.

Tak berfikir panjang, lelaki Ansar itu langsung melaksanakan arahan Rasulullah SAW dan memberikan (mata) kapak tersebut kepada Baginda. Rasulullah SAW memasangkannya dengan kayu lalu berkata, “Nah ini (kapak) dan pergilah mencari kayu. Aku tak mau melihat kamu di sini selama 15 hari ini,".

Lelaki Ansar itu pun pergi mencari kayu dan menjualnya. Setelah 15 hari, lelaki Ansar itu datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa 15 dirham. Rasulullah SAW pun berkata, “Beli makanan dan sisanya beli pakaian."

Kisah ini dapat diambil hikmah, bahwasanya bekerja adalah lebih baik dari dari kamu datang meminta-minta. Kerena perbuatan meminta-minta itu akan merusakkan wajah di hari akhir.

Agama Islam mengajarkan bahwa penanganan masalah kemiskinan bukanlah sebagai tugas individu dan suatu kelompok, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Islam sangat menekankan sisi persaudaraan sesama Muslim dalam memperkuat keutuhan masyarakatnya, terutama dalam bidang ekonomi dan kemasyarakatan.

Akidah islam mengikat kepada seluruh umatnya dalam tali persaudaraan, gotong royong serta saling membantu dalam kebaikan dan taqwa, seperti persaudaraan yang diikat antara kaum Muhajirin dan kaum Ansar.[]