News

Harun Nasution dan Nurcholish Majid Disebut Peletak Dasar Moderasi Beragama di UIN Jakarta

Keduanya melahirkan konsep dan paradigma baru pemahaman Islam yang moderat. Khususnya di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta


Harun Nasution dan Nurcholish Majid Disebut Peletak Dasar Moderasi Beragama di UIN Jakarta
Ketua Prodi PMI-FIDKOM UIN Jakarta Muhtadi saat pemaparan materi dalam webinar pada Selasa (23/3/2021) (Tangkapan layar Youtube akurat poll)

AKURAT.CO Tokoh Islam Harun Nasution dan Nurcholish Madjid disebut sebagai dua orang yang berpengaruh besar terhadap pemahaman moderasi agama di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Keduanya melahirkan konsep dan paradigma baru pemahaman Islam yang moderat. Khususnya di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Prodi PMI-FIDKOM UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dalam acara Bincang Hikmah bertajuk Moderasi Beragama Di Sekolah. Diskusi virtual itu diselenggarakan kerjasama akurat.co dengan Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta serta Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) , Selasa (23/3/2021).

Dia mengatakan, Harun Nasution dan Nurcholish Madjid merupakan tokoh yang sangat berperan besar melahirkan paradigma moderat dalam memahami agama Islam.

"(Harun Nasution) Ini yang membuat kultur baru di IAIN. dia yang memperkenalkan islam rasional, ilmiah dan mengutamakan alquran dan hadist. Ini buat kultur UIN maju," katanya.

Konsep-konsep beragama yang ditawarkan Harun Nasution membongkar paradigma jumud dalam beragama. Termasuk dikalangan IAIN Jakarta. Alternatif paradigma yang ditawarkan Harun Nasution melahirkan cara pandang yang dia nilai lebih ilmiah dan tidak terjebak pada kejumudan.

"Sehingga cara pandang yang agak jumud, mandeg jadi (cara pandang) Islam yang lebih canggih, ilmiah dan berkemajuan," ungkapnya.

Nurcholish Madjid juga nyaris sama. Ia melahirkan ide sekularisasi. Dia menegaskan, sekularisasi berbeda dengan sekularisme ala Nurcholish Madjid sangat berbeda.

"Cak Nur (Nurcolis Madjid) ajukan ide sekularisasi. Itu jadi kata kunci bagaimana pembaharuan dari Cak Nur. UIN jadi lebih toleran, lebih maju dalam cara pikir, cara tindak," katanya.[]