Olahraga

Harumkan Nama Indonesia di SEA Games, Tiara Andini Ucapkan Rasa Syukur 

Tiara Andini bangga bisa menyumbang medali emas untuk Merah Putih


Harumkan Nama Indonesia di SEA Games,  Tiara Andini Ucapkan Rasa Syukur 
Tiara Andini Prastika (DOK: NOC Indonesia)

AKURAT.CO Atlet balap sepeda MTB-Downhill putri Tiara Andini Prastika baru saja mengharumkan Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam. Ia berhasil meraih medali emas usai finis tercepat pada final run cabang olahraga balap sepeda MTB Downhill putri.

Tiara mampu finis dengan catatan waktu terbaik 3 menit 31,531 detik pada lintasan basah sejauh 2,01 kilometer di Hoa Binh Gymnastics and Sport Center, usai mengalahkan wakil Thailand Vipavee Deekaballes diurutan kedua (3 menit 42,337 detik) dan wakil Filipina Naomi Gardoce diurutan ketiga (3 menit 44,722 detik). 

"Saya ucapkan syukur, terima kepada pemerintah, NOC dan PB ISSI yang sudah support balap sepeda hingga bisa meraih medali emas," ucap Tiara usai tiba di terminal kedatangan internasional, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Senin (16/5).

baca juga:

Raihan medali emas di SEA Games 2021 Vietnam ini memang sudah menjadi incaran atlet kelahiran Semarang, 22 Maret 1996 ini. Pada SEA Games 2019 sebelumnya di Filipina putri pasangan Maruto Heru Prabowo-Dwi Heri hanya tertahan di medali perak. 

"Di SEA Games Filipina kemarin memang hanya perak meski sebenarnya target emas karena ada cedera jadi ya hanya perak," kisah Tiara.

Ia mengaku terus mematangkan persiapan dan belajar dari kesalahan di Filipina untuk meraih hasil maksimal di SEA Games selanjutnya di Vietnam. 

"Iya belajar dari situ memperbaiki lagi tekhniknya, fisiknya dan syukurnya TC nya panjang sekitar setahun dan alhamdulillah mendapat hasil terbaik," kata peraih emas Asian Games 2018 lalu ini. 

Bagi Tiara balap sepeda khususnya downhill sudah sangat dicintai hingga menjadi passionnya. Sebelum jatuh cinta ke balap sepeda Tiara sempat mencoba cabang lain seperti bulutangkis dan atletik.

Di bulutangkis ia pernah coba waktu masih kelas 1 SD. Sementara, untuk atletik hingga masuk tim di daerahnya ia tak mendapatkan fill yang ia inginkan. Sampai di usia SMP barulah dikenalkan balap sepeda oleh teman dari sang ayah.

"Dulu ada teman ayah yang ngenalin eh taunya dapat passionnya disitu. Awalnya juga di roadbike dulu waktu Kelas 1 SMP terus ke BMX, kelas 2 SMP balik lagi ke atletik. Baru di SMA ke balap sepeda lagi di downhill tahun 2012," cerita anak ketiga dari lima bersaudara ini.