Ekonomi

HarukaEDU Ungkap 79 Persen Pekerja Ingin Lanjutkan Studi, Tapi...


HarukaEDU Ungkap 79 Persen Pekerja Ingin Lanjutkan Studi, Tapi...
Ilustrasi Kelulusan Perguruan Tinggi. (ISTIMEWA/ theodysseyonline.com)

AKURAT.CO, CEO sekaligus Co-founder HarukaEDU, Novistiar Rustandi mengungkapkan, di Indonesia terdapat banyak pekerja, dalam hal ini lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat yang sebenarnya berkeinginan untuk bisa meningkatkan pendidikan dan keahlian mereka.

Kendati demikian, para pekerja tersebut tersandung sejumlah hambatan untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Diantaranya yakni terkait tingginya biaya dan terbatasnya waktu yang dimiliki.

Berangkat dari masalah tersebut,  mendorong HarukaEDU, perusahaan berbasis teknologi edukasi dan berfokus pada online learning  untuk berinisiatif meluncurkan platform daring, Pintaria.

"Pintaria itu seperti website portal yang ingin membantu teman-teman yang sudah bekerja, namun masih ingin mendapatkan pendidikan dan keahlian yang lebih baik. Untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik," ujarnya dalam acara peluncuran online platform Pintaria di Ocha & Bell Morrissey Hotel, Jakarta, Selasa(24/7).

Novistiar memaparkan, berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh HarukaEDU mengenai pendidikan tinggi yang diselenggarakan pada bulan April 2018 terhadap 1.521 responden dengan rentang usia 18-35 tahun terungkap sejumlah fakta antara lain;

Sebanyak 79 persen responden lulusan SLTA/SMK ingin melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana meski sambil bekerja.

Alasan mereka melanjutkan studi agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan layak yakni sebesar 51 persen.

Selanjutnya, dari riset tersebut juga terungkap bahwa sebanyak 41 persen pekerja tertarik pada sistem pembelajaran online.

Adapun hambatan terbesar untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan strata  adalah terkait biaya yang tinggi, yaitu sebesar 66 persen.

Selain itu, kesulitan untuk mengikuti program kuliah reguler karena jadwal kerja yang tidak memungkinkan untuk pergi ke kampus setiap hari/malam, menjadi kendala lainnya.

Riset yang dilakukan HarukaEDU juga mengungkapkan bahwa harapan yang ingin didapatkan para pekerja dengan menjalani  kuliah online yakni terkait kualitas sebesar 35 persen, lokasi dan waktu yang fleksibel sebesar 34 persen, biaya terjangkau 22 persen dan guna mengantongi ijazah sebesar 9 persen.

Oleh sebab itu, katanya lebih lanjut, melalui platform Pintaria, masyarakat yang sudah bekerja bisa tetap  menempuh pendidikan tinggi guna meningkatkan keahlian dengan cara yang lebih fleksibel dan biaya terjangkau.

"Untuk itu target kami memang adalah mereka yang sudah bekerja. Mereka lulus SMA, karena banyak hal tidak bisa langsung kuliah, tapi ingin kuliah sambil bekerja. Sudah saatnya dunia pendidikan beradaptasi dengan percepatan teknologi informasi, dimana masyarakat bisa menempuh pendidikan tinggi dan meningkatkan keahlian secara fleksibel, terjangkau, namun tetap berkualitas," paparnya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu