News

Haru, Raja Charles III Tinggalkan Tulisan Tangan di Atas Peti Mati Ratu, Apa Isinya?

Haru, Raja Charles III Tinggalkan Tulisan Tangan di Atas Peti Mati Ratu, Apa Isinya?
Peti mati Ratu Elizabeth II pada hari pemakaman kenegaraan di London, Inggris (Phil Noble/Pool)

AKURAT.CO  Sebuah catatan telah ditinggalkan oleh Raja Charles III untuk ibunya yang mangkat, Ratu Elizabeth II.  Pesan itu, yang ditulis dengan tangan, diletakkan di atas peti mati sang Ratu.

Pesan itu berbunyi: 'Dalam memori yang penuh kasih dan pengabdian. Charles R'.

Huruf 'R' dalam gelar Raja Charles mengacu pada 'Rex', yang merupakan bahasa Latin untuk raja.

baca juga:

Ibadah di Westminster Abbey pada Senin (19/9) hari ini dihadiri oleh sekitar 2 ribu tamu pelayat. Acara ibadah termasuk pembacaan Alkitab, himne tradisional, serta khotbah dari Uskup Agung Canterbury, Justin Welby.

Dalam prosesi khusyuk itu, Raja Charles III bergabung dengan istrinya Permaisuri Camilla, saudara, anak, serta cucu-cucunya. Di gedung Westminster yang bersejarah, para bangsawan itu mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada Ratu Elizabeth II, raja yang paling lama memerintah di Inggris. 

Ratu meninggal pada Kamis (8/9) pekan lalu, di usia yang ke-96 tahun.

Peti mati Ratu dibungkus dengan Bendera Royal Standard dan Instrumen Negara-Mahkota Negara Kekaisaran dan regalia, dengan di atasnya bersandar karangan bunga.

Menurut istana Buckingham, buket yang berada di atas peti mati Ratu disusun oleh bunga yang dipetik langsung dari taman Istana Buckingham, Clarence House, dan Highgrove House. Karangan ini dirangkai atas permintaan Raja Charles sendiri. 

Dedaunan yang membungkus karangan bunga dipilih karena simbolismenya. Rosemary menyimbolkan kenang-kenangan; dan ek Inggris menjadi simbol kekuatan cinta. Menurut istana, ada pula tanaman myrtle, yang menjadi tanda akan pernikahan lama yang bahagia. Dikatakan myrtle ini adalah potongan dari tanaman yang tumbuh dari tangkai myrtle yang ditampilkan dalam karangan bunga pernikahan Ratu dan Pangeran Philip pada tahun 1947.

Menjelang pemakaman, Raja Charles berterima kasih kepada bangsanya atas curahan dukungan dan kehangatan yang telah diterima keluarganya.

Dalam pernyataan emosional, raja baru itu mengatakan bahwa dia dan istrinya sangat tersentuh dengan perhatian orang-orang yang telah memberi penghormatan.

"Kami sangat tersentuh oleh semua orang yang telah bersusah payah untuk datang dan memberikan penghormatan untuk layanan seumur hidup dari ibu saya tersayang, mendiang sang Ratu," kata Charles, sebagaimana dikutip CNN.

Ratu Elizabeth II pada Senin waktu setempat akan dimakamkan di Kapel St. George di Kastil Windsor, tempat orang tuanya, saudara perempuannya, Putri Margaret, dan suaminya, Pangeran Philip, bersemanyam.[]