Rahmah

Haru! Ketika Sahabat Bilal Membuat Penduduk Madinah Menangis

Dalam sebuah mimpi, Sahabat Bilal bertemu dengan Rasulullah SAW.

Haru! Ketika Sahabat Bilal Membuat Penduduk Madinah Menangis
Sahabat Bilal bin Rabbah (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Nama Bilal bin Rabah begitu masyhur di kalangan umat Islam. Karena pada masa Nabi, setiap kali masuk waktu salat, Sahabat Bilal yang mengumandangkan azan. Bilal bin Rabbah, sahabat Rasulullah SAW berkulit hitam namun berhati putih ini mempunyai banyak kenangan tersendiri keada lelaki mulia yang menjadi Nabinya. Kenangan itu melekat dalam diri Sahabat Bilal.

Sahabat Bilal bin Rabbah ditunjuk untuk mengumandangkan azan karena memiliki suara yang sangat merdu. Posisinya tak tergantikan oleh siapapun, kecuali pada saat peperangan terjadi, atau ketika ke luar kota bersama Nabi. Karena semasa hidupnya, Sahabat Bilal tidak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi akan pergi, beliau selalu mengikuti Baginda Rasulullah SAW.

Hingga Nabi wafat pada awal 11 Hijriah. Dimulai sejak itu, Sahabat Bilal memutuskan untuk tidak lagi mengumandangkan azan. Sampai suatu ketika, Sahabat Bilal merindukan Nabi SAW. Ia pun mengumandangkan azan kembali.

baca juga:

Kisah ini diawali dengan cerita Sahabat Bilal bin Rabbah tentang mimpi yang dialaminya semalam. Dalam mimpinya itu, Sahabat Bilal bertemu dengan Rasulullah SAW. “Bilal, betapa rindunya aku padamu,” kata Rasulullah SAW dalam mimpi Bilal.

Satu orang mendengar cerita Sahabat Bilal. Tak berapa lama, orang pertama menceritakan mimpi Bilal kepada orang kedua. Orang keduapun bercerita kepada orang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Menjelang sore, nyaris seluruh penduduk kota Madinah, kota yang sudah lama ditinggalkannya, mengetahui tentang mimpinya itu.

Maka penduduk Madinah bersepakat, meminta Bilal untuk mengumandangkan azan di masjid Rasulullah SAW ketika waktu salat maghrib tiba. Tak kuasa Sahabat Bilal menolak keinginan sahabat-sahabatnya itu.

Saat senja merah datang, angin sepoi-sepoi dan langit bersih dari mega, Sahabat Bilal bin Rabbah akhirnya mengumandangkan azan. Penduduk kota Madinah tercekam kerinduan. Rasa dalam dada membuncah, detik-detik bersama Rasulullah SAW, manusia tercinta terbayangkan kembali di pelupuk mata. Akhirnya, penduduk Madinah pun menitikkan air mata atas rindunya kepada Nabi SAW. Sahabat Bilal tentu saja begitu terharu dan rindu kepada kekasihnya, Nabi akhir zaman itu.[]