Olahraga

Hariyanto Arbi: All England Tahun Ini Sebaiknya Dihentikan

Usulan ini disampaikan Hariyanto Arbi mengingat sebagian atlet Indonesia sudah tampil di All England dan melakukan kontak dengan partisipan lain di lapangan.


Hariyanto Arbi: All England Tahun Ini Sebaiknya Dihentikan
Juara All England 1993 dan 1994, Hariyanto Arbi, menganggap All England tahun ini sebaiknya dihentikan. (TWITTER/Hendri Gumay)

AKURAT.CO, Mantan pebulutangkis Indonesia ranking satu dunia, Hariyanto Arbi, berpendapat bahwa All England 2021 tahun ini sebaiknya dihentikan setelah Indonesia dipaksa mundur dari kejuaraan bulutangkis tertua di dunia tersebut. Pasalnya, sebagian atlet Indonesia sudah tampil dan melakukan kontak dengan partisipan lain di lapangan.

Hal ini disampaikan juara dunia 1995 tersebut menanggapi wacana tentang pemboikotan All England tahun depan sebagai respons atas pengunduran diri yang diterapkan ke Indonesia di tahun ini. Hariyanto lebih tidak setuju bahwa boikot diterapkan untuk All England 2022.

“Kalau boikot tahun depan saya tidak setuju kalau sekarang dihentikan saya setuju. Karena kan beberapa pemain Indonesia kan sudah main juga, sudah ketemu mereka sudah ada di lapangan, mereka sudah kontak semua,” kata Hariyanto dalam sesi jumpa pers virtual pada Jumat (19/3).

baca juga:

Kontingen Indonesia mendapat kabar mengejutkan dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang meminta mereka mundur dari All England. Permintaan tersebut menyusul setelah otoritas kesehatan Inggris (NHS) mewajibkan pebulutangkis Indonesia menjalani karantina sepuluh hari.

Kewajiban karantina menyusul setelah NHS mengetahui bahwa salah seorang penumpang yang juga turut menumpang di pesawat yang sama dengan kontingen Indonesia dalam perjalanan ke Birmingham, Inggris, pekan lalu, terpapar virus corona (COVID-19).

“BWF harus menjelaskan keadaan yang sebenarnya langsung ke manajer Indonesia,” kata Hariyanto.

Hariyanto juga bicara soal nasib pasangan ganda putra non-Pelatnas PBSI, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Juara All England 1993 dan 1994 tersebut meminta PBSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga membantu Hendra/Ahsan dari segi pembiayaan yang membengkak karena mereka harus bertahan lebih lama di Inggris.

“Saya sih harapannya dari PBSI atau Menpora setidaknya bisa meringankan beban Ahsan dan Hendra karena masa karantina jadi biayanya tambah membengkak,” ucap Hariyanto.

Selain pemain Indonesia, BWF juga menarik atlet asal Turki yang menumpang pesawat yang sama dengan Indonesia, Neslihan Yigit, yang semestinya bertanding menghadapi unggulan ketiga asal Jepang, Akane Yamaguchi, kemarin.

All England tahun ini digelar di Utilita Arena di Birmingham, Inggris, 17-21 Maret 2021. Seluruh atlet yang masih berhak bertanding tetap menjalani kompetisi sampai akhir turnamen.[]