News

Harimau Sumatra di Kebun Binatang London Mati saat Program Pengembangbiakan


Harimau Sumatra di Kebun Binatang London Mati saat Program Pengembangbiakan
Seekor Harimau Sumatra bernama Melati sedang minum di dalam kandang Kebun Binatang London pada 20 Maret 2013 (AFP )

AKURAT.CO, Kebun binatang London menolak bertanggung jawab atas kematian seekor harimau Sumatra betina yang diserang calon pasangannya dalam program pengembangbiakan.

“Kami terpukul oleh kematian harimau bernama Melati itu,” kata manajer kebun binatang London yang menolak dugaan bahwa mereka tidak menunggu cukup lama sebelum dua harimau itu dimasukkan dalam satu kandang.

Pegawai kebun binatang menempatkan Melati yang berumur 10 tahun dan harimau jantan bernama Asim berumur 7 tahun dalam dua kandang yang berdekatan selama 10 hari sebelum menyatukan mereka dalam satu kandang. Melati dibesarkan di kebun binatang London, sedangkan Asim dibawa dari Denmark. Keduanya sedang menjalani program Eropa untuk pengembangbiakan demi menambah jumlah binatang yang terancam punah tersebut.

“Beberapa orang dari pihak luar kebun binatang menganggap 10 hari itu cepat untuk mengenalkan dua harimau tersebut,” papar Kathryn England, chief operating officer (COO) Zoological Society of London (ZSL) dalam surat terbuka di blognya.

“Ini sangat beragam dan tergantung seluruhnya pada observasi cermat atas perilaku mereka. Sebaliknya, dapat menjadi berisiko membiarkan harimau yang menunjukkan saling tertarik itu tidak dapat melakukan kontak terlalu lama, mengakibatkan terbentuknya ketegangan dan frustrasi,” ungkap England, dilansir Straits Times.

Kedua harimau itu awalnya saling melihat, sebelum berkelahi.

“Semua bagian cukup normal bagi mereka untuk menguji batasan mereka. Tapi dalam sekejap mata, tanpa ada provokasi sebelumnya, mereka saling serang,” papar England.

“Asim mulai mundur dan kami hendak menutup pintu saat Melati menyerang lagi Asim. Asim melebihi kekuatan Melati dalam perkelahian kedua,” ujar England.

Pegawai segera menyalakan suar, membunyikan terompet dan menyalakan pemadam api serta selang air, tapi Melati terluka fatal. Ibu tiga anak harimau itu pun mati karena lukanya.

“Bahkan dengan manfaat melihat ke belakang, saya yakin kami semua membuat keputusan sama lagi. Jumat itu merupakan hari paling sulit selama karier saya bekerja dengan binatang. Saya kenal Melati sejak saya bergabung ZSL pada 2013 dan saya terpikat dengannya seperti semua orang di kebun binatang,” tutur England.[]