News

Hari Santri Nasional, Jadi Momen Mendekatkan Polisi dengan Ulama dan Santri

Hari Santri Nasional, Jadi Momen Mendekatkan Polisi dengan Ulama dan Santri
Ribuan santri penghafal Alquran memenuhi ruang utama masjid saat hadir dalam acara Wisuda Akbar 8 yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (22/10). Wisuda Akbar dilakukan dengan melakukan hafalan Alquran terutama surat Al Fath berjamaah yang serentak digelar di 17 kapupaten/kota, 12 provinsi di Indonesia serta 12 negara lainnya. Turut hadir dalam acara ini pendiri sekaligus Dewan Pembina Yayasan Daarul Quran Yusuf Mansur, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Penyanyi Sy (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan peringatan Hari Santri Nasional diperingati sebagai momentum bagi polisi untuk dekat dengan ulama dan para santri.

"Momen Hari Santri adalah momen yang baik, di mana sebagai momentum bagi anggota Polri untuk semakin dekat dengan ulama maupun para santri," kata dia saat apel "Hari Santri 2018" di Mapolda Jatim Surabaya, Senin (22/10).

Luki berharap dengan tema "Bersama Santri, Damailah Negeriku" memberikan semangat bagi Polri, salah satunya adalah dalam menghadapi agenda besar pesta demokrasi, Pileg dan Pilpres 2019.

"Ini yang saya sampaikan kepada anggota, supaya energi di Hari Santri ini didapat diisi, didapat tenaga dalam menghadapi kegiatan ke depan, di tahun politik," ujarnya.

Apel Hari Santri yang dihadiri perwakilan organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga sengaja dilakukan untuk merefleksikan perjuangan para santri sebagai pengakuan negara atas jasa para santi melalui Resolusi Jihad untuk merebut, mengawal, dan mengisi kemerdekaan.

Luki menginstruksikan kepada seluruh kapolres jajaran untuk turut memperingati Hari Santri dengan berbagai kegiatan.

"Kami perintahkan di seluruh jajaran polres, sama, untuk melakukan apel, bersama anggota dengan mengenakan kopiah untuk ikut merayakan," tegasnya.[]

baca juga: