News

Hari Santri, Ganjar dan ASN Pemprov Jateng Ngantor Pakai Sarung

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada hari ini terlihat menggunakan baju ala santri ke kantor.


Hari Santri, Ganjar dan ASN Pemprov Jateng Ngantor Pakai Sarung
Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggunakan bawahan berupa sarung saat akan menuju ke kantor. Ini dalam rangka memeringati Hari Santri Nasional. (Tangkapan Layar IG @ganjar_pranowo)

AKURAT.CO Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada hari ini terlihat menggunakan baju ala santri ke kantor. Tak terkecuali Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kegiatan tersebut dalam rangka memeringati Hari Santri Nasional. Hal itu terlihat dalam unggahan video yang diunggah oleh Ganjar Pranowo di akun Instagram-nya @ganjar_pranowo.

Dalam video berdurasi 1 menit itu, tampak pegawai pria menggunakan bawahan berupa sarung, sedangkan wanita menggunakan gamis.

"Ngantor pakai sarung? Ok juga. Alhamdulillah hari ini seluruh ASN dan anggota dewan Provinsi Jawa Tengah ngantor pakai sarung untuk memperingati Hari Santri Nasional," tulis Ganjar sebagaimana dikutip AKURAT.CO, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Ganjar mengatakan, mudah-mudahan semangat ini bisa membawa semua masyarakat lebih mencintai bangsa dan negara. Serta, terus menularkan semangat kejuangan dari para ulama dan santri.

"Memberikan semangat juga kepada kita untuk selalu menghormati guru-guru kita dan kyai kita. Insya Allah penghormatan dan penghargaan kita terhadap santri dan ulama tidak akan ada habisnya. Mari tetep ngaji, karena berapapun usianya, kita tetaplah seorang santri," jelasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mewajibkan seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jateng ngantor menggunakan pakaian ala santri. SE itu dikeluarkan pada Kamis (21/10/2021) bernomor 450/0014496 tentang Peringatan Hari Santri. 

Menurut Ganjar hal ini tidak hanya bersifat simbolik, namun juga diharapkan bisa memberikan spirit nasionalisme secara luas. Tidak hanya bajunya saja yang santri, tapi ia juga berharap semua orang bisa meneladani bagaimana perjuangan para ulama, para santri saat resolusi jihad dikumandangkan.

Hari Santri Nasional mulai diperingati setiap tahun setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015. Tanggal 22 Oktober dipilih untuk merayakan Hari Santri karena bertepatan dengan penandatanganan Resolusi Jihad (22 Oktober 1945), yang digagas pendiri NU, KH. Hasyim Asy'ari dan puluhan Kiai se-Jawa dan Madura. []