News

Hari Libur, Begini Suasana Tempat Perbelanjaan di Bandung


Hari Libur, Begini Suasana Tempat Perbelanjaan di Bandung
?Meski hari libur karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bandung, Rabu (25/3/2020), tampak sepi. (AKURAT.CO/Avila Dwi Putra)

AKURAT.CO, Meski hari libur karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bandung, Rabu (25/3/2020), tampak sepi. Kondisi ini cukup menarik, lantaran di hari libur masyarakat kerap memenuhi pusat perbelanjaan atau mall. 

Salah satunya di pusat perbelanjaan di kawasan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Di lokasi ini, tak terlalu banyak orang berlalu lalang, biasanya saat libur, mall tersebut kerap dipenuhi masyarakat, terlebih letaknya berdekatan dengan perumahan. 

Berdasarkan pantauan Akurat.co, tempat parkir yang biasanya dipenuhi oleh kendaraan tampak sepi, bahkan bisa dikatakan lowong. Setali tiga uang dengan tempat makan atau restoran yang selalu ramai, kali ini hanya terlihat beberapa orang di dalamnya. 

Salah seorang pengunjung, Azis (45), mengatakan, dirinya hanya mencari makan dan berbelanja kebutuhan di rumah. Sebenarnya dia tak berkeinginan keluar rumah seiring imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. 

“Ya cuma mau belanja, buat kebutuhan sehari-hari. Ini juga mau langsung pulang,” ucapnya. 

Tak hanya di mall, kondisi sepi pun terlihat di Jalan Soekarno Hatta. Tidak terlalu banyak kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, yang melintas di jalan protokol tersebut. Situasi ini hampir mirip dengan suasana saat Idul Fitri atau lebaran. 

Tidak mengherankan kondisi ini terjadi, karena warga mulai membatasi interaksi di ruang publik seiring seruan social distancing dari pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Hal ini pun sesuai dengan surat edaran Wali Kota Bandung Nomor: 443/SE.030-Dinkes. 

Dalam poin satu tercantum, bahwa seluruh warga Kota Bandung diharapkan meningkatkan kewaspadaan diri dengan berperilaku hidup bersih dan sehat di berbagai tempat serta menghindari keramaian dan perjalanan tidak penting. Hal ini juga merupakan upaya social distancing.[]