News

Hari Kedua Bentrokan di Yerusalem Lukai 90 Warga Palestina, Israel Panen Kecaman Internasional

Ketegangan telah meningkat di Yerusalem Timur beberapa hari belakangan ini akibat penggusuran warga Palestina oleh otoritas Israel.


Hari Kedua Bentrokan di Yerusalem Lukai 90 Warga Palestina, Israel Panen Kecaman Internasional
Ketegangan telah meningkat di Yerusalem Timur beberapa hari belakangan ini akibat penggusuran warga Palestina oleh otoritas Israel. (Foto: AFP)

AKURAT.CO, Bentrokan antara warga Palestina melawan polisi Israel di Yerusalem berlanjut di malam kedua pada Sabtu (8/5). Akibatnya, 90 orang terluka, menurut keterangan Bulan Sabit Merah Palestina.

Dilansir dari CNN, semua korban luka-luka merupakan warga Palestina. Sebagian besar terluka oleh peluru karet atau granat kejut. Sedikitnya 16 dari 90 korban luka tersebut telah dilarikan ke rumah sakit.

Sebelumnya, sebanyak 205 orang terluka di Masjid Al Aqsa Yerusalem pada Jumat (7/5) ketika polisi Israel dengan perlengkapan antihuru-hara bentrok dengan warga Palestina setelah salat Isya.

Ketegangan telah meningkat di Yerusalem Timur beberapa hari belakangan ini akibat penggusuran warga Palestina yang tinggal di sana. Pada Rabu (5/5), 22 orang terluka di lingkungan tersebut. Dua di antaranya membutuhkan perawatan di rumah sakit.

AFP

Dalam insiden pada Sabtu (8/5), puluhan orang berkumpul di luar rumah keluarga yang diancam akan digusur. Mereka memberi dukungan dengan melantunkan nyanyian. Sekitar 20 orang Yahudi Israel juga hadir di sana sambil memainkan musik yang keras. Kekerasan meletus setelah demonstran Palestina menolak mengikuti instruksi polisi untuk membebaskan jalan. Saat polisi bergerak, bentrokan pecah. Enam orang di antara korban luka dalam kejadian ini berusia di bawah 18 tahun, bahkan ada yang masih berumur 1 tahun.

Tak hanya itu, bentrokan juga terjadi di sejumlah lokasi di Yerusalem, di Gerbang Damaskus, dan di kawasan Syekh Jarrah, tempat beberapa keluarga Palestina terancam digusur. Menurut polisi Israel, mereka mulai membubarkan massa di Gerbang Damaskus setelah demonstran melemparkan batu, kembang api, dan benda-benda lain ke arah petugas polisi. Namun, tak ada laporan korban luka di pihak polisi Israel.

Situasi ini lantas mengundang keprihatinan komunitas internasional. Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Ned Price pada Jumat (7/5) mengaku negaranya sangat prihatin terhadap bentrokan yang sedang berlangsung di Yerusalem.

"Kami menyerukan kepada otoritas Israel dan Palestina untuk bertindak tegas guna meredakan ketegangan dan menghentikan kekerasan. Semua pihak perlu menahan diri dari tindakan provokatif dan retorika serta melestarikan status quo bersejarah di Haram al-Sharif atau Bukit Bait Suci, baik dalam lisan maupun perbuatan," ucap Price.

AFP

Sementara itu, menurut pernyataan Kantor Koordinator Khusus PBB untuk Timur Tengah, utusan dari 4 entitas, yaitu Rusia, AS, Uni Eropa, dan PBB, yang terlibat dalam mediasi perdamaian antara Palestina dan Israel tengah memantau situasi dengan cermat.

"Para Utusan sangat prihatin dengan kemungkinan penggusuran keluarga Palestina dari rumah yang mereka tinggali selama beberapa generasi di kawasan Syekh Jarrah dan Silwan di Yerusalem Timur. Mereka menentang tindakan sepihak yang hanya akan meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah memanas," bunyi pernyataan tersebut.

Para utusan pun menyerukan kepada otoritas Israel agar menahan diri dan menghindari tindakan yang akan memanaskan situasi selama hari raya umat Muslim.

Komisi Uni Eropa juga mengecam kekerasan dan prihatin terhadap kemungkinan penggusuran tersebut.

"Tindakan semacam itu ilegal di bawah hukum humaniter internasional dan hanya memicu ketegangan di lapangan," kata Juru Bicara Utama Komisi Uni Eropa untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Peter Stano.

Kecaman serupa juga datang dari Kementerian Luar Negeri Mesir. Berdasarkan pernyataan yang dirilis, mereka mengutuk penyerbuan masjid oleh otoritas Israel dan menyerukan Israel agar menegakkan tanggung jawabnya untuk melindungi warga sipil Palestina dan hak mereka untuk menjalankan agama mereka dengan bebas. Kementerian Luar Negeri Yordania pun menggaungkan pesan yang sama.

"Penyerbuan tempat perlindungan dan serangan terhadap jemaah yang damai adalah pelanggaran berat, tindakan biadab, dan sangat terkutuk," tegasnya.

Sementara itu, juru bicara Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyarankan agar komunitas internasional memberikan perlindungan bagi Palestina. Ia juga secara khusus mendesak pemerintahan Joe Biden untuk menekan Israel agar menghentikan serangannya, sehingga masalah tersebut tidak mencapai tahap yang tak dapat dikendalikan.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co