News

Hari ke-4 Operasi Zebra Jaya, 5.470 Pengendara Ditindak Didominasi Pengguna Knalpot Bising

Selama empat hari Operasi Zebra Jaya, 4.460 pengendara diberi teguran, sedangkan 1.010 ditilang.


Hari ke-4 Operasi Zebra Jaya, 5.470 Pengendara Ditindak Didominasi Pengguna Knalpot Bising
Personel Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor saat pelaksanaan Operasi Zebra 2020 di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta, Senin (26/10/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO,  Kapala Subdit Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono mengatakan sebanyak 5.470 pelanggar lalu lintas ditindak dalam Operasi Zebra Jaya 2021.

"Selama empat hari Operasi Zebra Jaya, 4.460 pengendara diberi teguran, sedangkan 1.010 ditilang," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi, Jumat (19/11/2021).

Lanjut Argo, pelanggaran lalu lintas terbanyak didominasi pengendara menggunakan knalpot bising, yakni sebanyak 255 pelanggar.

"Selain itu, ada 22 pelanggar yang menggunakan rotator tidak untuk peruntukannya," ucapnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2021 selama 14 hari yakni mulai 15-28 November 2021.

Operasi Zebra Jaya yang digelar ini menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas. Salah satunya adalah pelanggaran knalpot bising.

"Ada knalpot bising, penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai peruntukan, sirene dan rotator tidak sesuai dan pelanggaran yang berpotensi kecelakaan lalu lintas," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jumat (12/11/21).

Sambodo Purnomo Yogo menyampaikan bahwasannya operasi ini akan menyasar ke titik-titik rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas.

Beberapa titik rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas itu di antaranya Jakarta Selatan yang meliputi; Jalan Fatmawati, Jalan Panglima Polim, Jalan TB Simatupang.