News

Hari Ini, KPK Periksa Koordinator MAKI Terkait TPPU Bupati Banjarnegara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan akan memeriksa Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin pada Selasa (17/5/2022).


Hari Ini, KPK Periksa Koordinator MAKI Terkait TPPU Bupati Banjarnegara
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman sekaligus pelapor kasus PT. Jiwasraya, datangi Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Senin (6/1/2020). ( AKURAT.CO/Aricho Hutagalung)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan akan memeriksa Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin pada hari ini, Selasa (17/5/2022).

Adapun Boyamin akan diperiksa sebagai saksi karena berkapasitas sebagai Direktur PT Bumi Rejo. Dalam hal ini, KPK memanggilnya untuk diperiksa terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

"Beliau (Boyamin) dipanggil sebagai saksi untuk tersangka BS (Budhi Sarwono)," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (17/5/2022).

baca juga:

Ali menjelaskan Boyamin bakal diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. 

Ali tidak menjelaskan terkait apa saja yang akan didalami lewat pemeriksaan saksi tersebut. Namun diyakini, pemeriksaan terhadap dilakukan guna melengkapi informasi beserta bukti perkara pada kasus tersebut. 

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman sambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (26/4/2022). Boyamin mengaku mendatangi lembaga antirasuah itu untuk mempertanyakan surat pemanggilnnya yang tidak sampai ke alamat rumahnya. 

"Surat panggilan itu kalo dari data itu dikirim ke rumah saya, padahal kan saya dirumah hari minggu kemarin, di rumah Solo, justru itu makanya saya kaget, nggak ditelpon, e-mail nggak ada, tapi dari dokumen tadi dikirim ke rumah Solo. saya di rumah Solo dari hari Minggu itu saya dari medan langsung ke Solo, nggak ada surat itu," ucap Boyamin di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (26/4/2022).

Boyamin juga menyampaikan bahwa alamat yang dikirimkan sesuai dengan alamat yang tertera pada KTP miliknya. Hanya saja, dalam pengiriman surat pemanggilan tersebut, tidak tertera nomor Rukun Tetangga (RT) rumahnya sehingga surat tidak sampai ke tangannya. 

Terkait kasus ini, KPK telah menyita sejumlah aset milik tersangka Budhi Sarwono senilai Rp10 miliar. Namun Ali tidak menjelaskan aset yang disita berupa apa saja.