News

Hari Ini Ketua DPRD DKI Jakarta 'Digarap' KPK Dugaan Korupsi Formula E

Prasetyo berjanji memberikan keterangan apapun yang dibutuhkan untuk membuat terang perkara dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E.

Hari Ini Ketua DPRD DKI Jakarta 'Digarap' KPK Dugaan Korupsi Formula E
Dokumen Akurat.co Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Prasetyo Edi Marsudi (kiri) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (8/2/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi kembali memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi proses penyelenggaraan balapan mobil listrik Formula E, Selasa (22/3/2022).

Dengan menggunakan baju dinas berwarna putih, Pras sapaan akrabnya, mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan penyidik dalam rangka penyelidikan dugaan korupsi proses penyelenggaraan Formula E. 

"Pagi ini saya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal kasus dugaan korupsi di penyelenggaraan Formula E," katanya dalam keterangannya, Selasa (23/3/2022). 

baca juga:

Pras mengatakan, sebagai pucuk pimpinan DPRD DKI menyatakan akan kooperatif memenuhi dan menjelaskan ihwal proses perencanaan penyelenggaraan Formula E di DPRD DKI. Karenanya, dia berjanji akan memberi keterangan apapun yang dibutuhkan untuk membuat terang perkara dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E.

"Sebagai warga negara dan pimpinan DPRD Provinsi DKI Jakarta, saya patuh, siap memberikan keterangan apapun di persoalan Formula E ini," ujar politisi PDIP itu. 

Dia berharap, keterangan yang akan dia berikan nantinya bakal mempermudah kerja penyidik yang bertugas mengusut perkara tersebut. Sehingga persoalan Formula E bisa menjadi terang. "Semoga keterangan yang saya dapat membantu penyidik dan membuat terang permasalahan Formula E di Jakarta," ujarnya. 

Kedatangan Pras ke KPK hari ini merupakan yang kedua kalinya. Pemeriksaan pertama terjadi pada Selasa (8/2/2022) bulan lalu. 

Saat itu, Prasetyo membawa satu bundel dokumen KUA-PPAS, RAPBD, sampai APBD. Seluruh berkas tersebut berisi tentang persiapan penyelenggaraan Formula E. Pras berharap berkas tersebut dapat membantu penyidik KPK mengungkap dugaan pelanggaran di Formula E.

"Saya juga akan menyampaikan apa yang saya ketahui dalam proses penganggarannya. Mulai dari usulan, pembahasan, sampai pengesahan anggaran. Kemudian bagaimana pembayaran commitment fee sebesar Rp 560 miliar yang dilakukan sebelum Perda APBD disahkan," kata Prasetyo pada Selasa (8/2/2022) bulan lalu.[]