Lifestyle

Siap Jalan-jalan, Cek Kepastian Batas Harga Tertinggi PCR Dulu

Kemenkes telah menetapkan tarif tertinggi tes RT-PCR / PCR Swab menjadi Rp 275 ribu untuk Jawa dan Bali, serta Rp 300 ribu untuk luar Jawa-Bali.


Siap Jalan-jalan, Cek Kepastian Batas Harga Tertinggi PCR Dulu
Petugas kesehatan menunggu pasien tes usap PCR di Jakarta, Senin, (25/10/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Bagi kamu yang suka lemana-mana dengan berbagai kegiatan dan kepentingan menggunakan pesawat terbang, saat ini kamu diwajibkan menjalanka tes PCR.

Setelah banyak pihak bereaksi, keberatan atas harga PCR yang ditetapkan pemerintah, Kementerian Kesehatan telah menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR / PCR Swab) menjadi Rp275 ribu untuk Jawa dan Bali, serta Rp 300 ribu untuk luar Jawa-Bali.

"Dari hasil evaluasi kami (Kementerian Kesehatan bersama BPKP) serta himbauan dari Presiden yang disampaikan oleh Menko Marves, menyepakati batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR Rp275 ribu untuk Jawa-Bali dan Rp300 ribu di luar Jawa-Bali," ujar Dirjen Pelayanan Kesehatan, Abdul Kadir dalam Konferensi Pers virtual, pada Rabu, (27/10).

"Batasan tarif tertinggi ini berlaku untuk tes RT-PCR dengan hasil pembacaan yakni 1 X 24 Jam. Surat edaran Kementerian Kesehatan sudah keluar, berarti harga ini sudah berlaku hari ini," sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Kepala BPKP Bidang Polhukam PMK yakni Iwan Taufiq Purwanto, mengatakan bahwa besaran penetapan batas tarif tertinggi tes RT-PCR terbaru ini mempertimbangkan beberapa aspek, yakni harga komponen-komponen tes RT-PCR yang sudah turun berdasarkan kondisi, e-catalogue dan harga pasar. 

"Terdapat penurunan komponen tes RT-PCR antara lain penurunan barang habis pakai, penurunan harga APD yang dipakai tenaga kesehatan pengambil sampel, penurunan harga reagen dan penurunan biaya overheard," sambung Iwan Taufiq Purwanto.  

Sementara itu, Abdul kadir menegaskan bagi fasilitas kesehatan di kabupaten kota yang tidak mengikuti ketentuan harag tes RT-PCR, akan dikenakan sanksi bila tak ada perbaikan dari peringatan pertama berupa pembinaan.

Sanksi bisa diberikan seperti pencabutan izin dan visit operasional. Bagi mereka yang tidak menerapkan ketentuan harga PCR terbaru dengan maksimal hasil 1x24 jam.

"Tentunya kita meminta kepada faskes kab/kota untuk melakukan pembinaan pengawasan. Jika tidak bisa menahan untuk memaksa mereka mengikuti aturan tersebut, maka sanksi terakhir bisa dengan penutupan lab dan pencabutan izin operasional lab," ucap Abdul Kadir.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo meminta harga PCR diturunkan menjadi Rp300 ribu menyusul dikeluarkannya aturan baru perjalanan di masa PPKM. Selain itu Jokowi juga memerintahkan masa berlaku tes PCR jadi 3x34 jam untuk perjalanan pesawat.

Permintaan penurunan harga dan kebijakan masa berlaku syarat PCR untuk perjalanan ini merespons banjir kritik dari aturan terbaru naik pesawat. Tak hanya itu, ketentuan PCR untuk perjalanan rencananya akan diberlakukan di moda transportasi lainnya.[]