Lifestyle

Hari Bumi 2021 Angkat Tema Restore Our Earth

Tema Hari Bumi tahun ini adalah Restore Our Earth atau Pulihkan Bumi Kita.


Hari Bumi 2021 Angkat Tema Restore Our Earth

AKURAT.CO,Tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi atau Earth Day.

Sebagaimana dikutip dari laman earthday.org, tema Hari Bumi tahun ini adalah Restore Our Earth atau Pulihkan Bumi Kita. Tema ini fokus pada pada proses alam, teknologi hijau yang sedang berkembang, dan pemikiran inovatif yang dapat memulihkan ekosistem dunia.

Tema "Restore Our Earth" ini juga menolak anggapan bahwa mitigasi atau adaptasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi perubahan iklim.

"Memulihkan bumi kita bukan hanya karena kita peduli dengan alam, tetapi karena kita hidup di atasnya. Kita semua membutuhkan bumi yang sehat untuk mendukung pekerjaan, mata pencaharian, kesehatan & kelangsungan hidup, dan kebahagiaan kita. Planet yang sehat bukanlah pilihan - ini adalah kebutuhan," demikian ditulis laman Earth Day. 

Lebih dari 1 miliar orang di 192 negara sekarang berpartisipasi dalam kegiatan Hari Bumi setiap tahun. Hari Bumi dijadikan peringatan sipil terbesar di dunia.

Sejarah Hari Bumi

Ide Hari Bumi muncul pada 1960-an. Kala itu, orang Amerika tidak peduli pada lingkungan dan pengaruhnya pada kesehatan. Mereka menggunakan gas timbal secara berlebihan lewat mobil. Industri-industri mengeluarkan asap dan lumpur tanpa peduli efeknya pada lingkungan. Polusi ada dimana-mana.

Melihat hal ini, Rachel Carson lewat bukunya yang berjudul Silent Spring berusaha meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik terhadap organisme hidup, lingkungan dan hubungan yang tak terpisahkan antara polusi dan kesehatan masyarakat. Lewat bukunya, ia membahas soal bahaya pestisida di perdesaan Amerika.

Silent Spring pun mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Sayangnya, aktivitas yang merusak lingkungan masih terus terjadi. Terbukti, pembuangan limbah kimia ke sungai masih terus terjadi hingga menyebabkan terjadi kebakaran besar di Sungai Cuyahoga, Cleveland. Sejak tragedi ini, para aktivis lingkungan mulai bermunculan.

Seorang senator junior dari Wisconsin, Gaylord Nelson, sebenarnya telah lama mengkhawatirkan kondisi lingkungan yang semakin memburuk di Amerika Serikat. Pada Januari 1969, dia telah menyaksikan kerusakan lingkungan akibat tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California. Akibat bencana itu, Gaylord Nelson mulai mengajarkan pada masyarakat tentang lingkungan. 

Nelson mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran publik akan masalah pencemaran lingkungan. Nelsonmerekrut Denis Hayes, seorang aktivis muda, mengatur pengajaran di kampus- kampus.

Mereka juga memilih 22 April untuk melakukan aksi besar-besaran. Hayes merekrut 85 staf nasional untuk mempromosikan aksi ini di seluruh negeri. Kala itu, mereka menyebutnya sebagai 'Hari Bumi'  yang segera menarik perhatian media nasional, dan menyebar ke seluruh negeri.

Dilansir Earth Day Network, kelompok-kelompok yang telah berjuang melawan tumpahan minyak, pabrik-pabrik pencemar dan pembangkit listrik, pembuangan limbah mentah, pembuangan racun, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, dan kepunahan satwa liar tiba-tiba menyadari bahwa mereka memiliki nilai-nilai yang sama.

Hari Bumi menginspirasi 20 juta orang Amerika. Pada saat itu,10 persen dari total populasi Amerika Serikat turun ke jalan untuk mendemonstrasikan dampak dari 150 tahun pembangunan industri yang telah merusak lingkungan.

Kemudian, Nelson mengumumkan konsep Hari Bumi di sebuah konferensi pers di Seattle pada musim gugur 1969. Sejak saat itu, peringatan Hari Bumi terus tumbuh dan dikenal dunia.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu