Lifestyle

Hari Buku Nasional, Rajin Membaca dapat Menjaga Kesehatan Mental Lho

Hari Buku Nasional diperingati di Indonesia setiap 17 Mei


Hari Buku Nasional, Rajin Membaca dapat Menjaga Kesehatan Mental Lho
Anak membaca

AKURAT.CO  Hari Buku Nasional atau Harbuknas diperingati di Indonesia setiap tanggal 17 Mei. Peringatan ini pertama kali dimulai pada 17 Mei 2002. Hari Buku Nasional dicetuskan oleh Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar, yang kala itu menjabat sejak tahun 2001 hingga 2004.  Kala itu Abdul Malik Fadjar ingin menaikkan penjualan buku, mendorong minat baca dan meningkatkan angka melek huruf  masyarakat Indonesia.

Pada saat itu, Indonesia tercatat hanya mencetak rata-rata 18 ribu buku setiap tahunnya. Angka itu termasuk rendah dibandingkan Jepang yang mencetak 40 ribu buku setiap tahunnya. Bahkan UNESCO mencatat jika angka melek huruf orang dewasa hanyalah di angka 87,9 persen, lebih rendah dari Tahiland (92,6 persen) dan Vietnam (90,3 persen). 

Membaca pada dasarnya memiliki banyak manfaat. melansir dari Healthline, rutin membaca buku bisa meniknatkan kesehatan otak, meningkatkan kemampuan berempati, menambah kemampuan berbahasa mencegah penurunan fungsi kognitif, meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kesehatan mental. 

Menurut penelitian baru dari Oxford University Press, membaca bisa menstimulus otak, yang pada gilirannya meningkatkan kesehatan mental seseorang. Penelitian ini menunjukkan jika buku klasik karya William Shakespeare dan Charles Dickens terbukti membantu meredakan depresi. 

Dr Paul Byrne menjelaskan, memanfaatkan membaca sebagai terapi (biblioterapi) sebenarnya bukan pengobatan, melainkan pelengkap pengobatan. 

“Ini sebenarnya adalah sebuah ide tradisional. Orang Yunani kuno telah menggunakan puisi sebagai terapi dan Ratu Victoria mendapatkan penghiburan dari karya Alfred Lord Tennyson ketika suaminya, Pangeran Albert, meninggal, ”kata Dr Paul Byrne.

“Buku dapat membuat kamu rileks dan tenang. Buku juga bisa mengajarkanmu tentang kebijaksanaan dan humor dalam waktu bersamaan," imbuhnya.

Pada 2013, sebuah penelitian terhadap 96 pasien yang menderita depresi ringan mengalami perbaikan gejala lewat membaca. Sementara mereka yang tidak membaca tidak mengalami perubahan apapun.

Membaca secara teratur tidak hanya meningkatkan kesehatan mental, tetapi juga membuat kamu lebih menikmati hidup.  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Yale (2016) menemukan bahwa mereka yang membaca buku memiliki risiko kematian berkurang 20 persen selama 12 tahun, dibandingkan yang tidak membaca buku.

Irma Fauzia

https://akurat.co