Ekonomi

Hari Bidan Sedunia, Momentum Perhatikan Nasib Tenaga Kesehatan


Hari Bidan Sedunia, Momentum Perhatikan Nasib Tenaga Kesehatan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Profesi bidan menjadi salah satu profesi penting dalam menurunkan angka kematian pada ibu melahirkan. Pasalnya Bidan adalah srikandi-srikandi perkasa, karena perannya luar biasa dalam kehidupan khususnya di bidang kesehatan.

Ketua Umum Partai penyokong pemerintah, Megawati Soekarnoputri menyampaikan apresiasinya terhadap gari Bidan internasional yang di rayakan pada setiap tanngal 5 Mei. termasuk pada hari ini 5 Mei 2018.

"Misi dari ICM itu sendiri adalah mengakomodasi aspirasi bidan di seluruh dunia dalam perjuangan membantu persalinan, menyelamatkan ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan, di mana pun mereka berada," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (5/5).

Berkat kerja keras pada Bidan tersebut. Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Indonesia memang mengalami penurunan. Tahun 2015, tercatat 4.999 orang/1000 kelahiran. menurutn pada tahun 2016 menjadi 4.912/1000 kelahiran. Sementara pada tahun 2017, menjadi 1.712/1000 kelahiran.

Sehingga rata-rata sekitar 305 Ibu meninggal dari setiap 100 ribu kelahiran setiap tahunnya, padahal target MDGs minimal 102 per 100 ribu kelahiran. Di Indonesia, mayoritas kelahiran dibantu oleh Bidan (sekitar lebih dari 60%). Mereka bertugas hingga desa-desa terpencil dan sangat terpencil.

Tentu memperjuangkan AKI tidak dapat dipisahkan dengan perbaikan nasib para bidan itu sendiri. Salah satunya adalah status kerja yang pasti bagi mereka yang menjadi ujung tombak kesehatan.

"Saya apresiasi dan berterima kasih atas langkah Pemerintah Jokowi-JK, khususnya Menteri Kesehatan RI. Pada 21 Februari 2017 telah diangkat 39.000 ribu Bidan dan Dokter yang bersatus PTT (Pegawai Tidak Tetap) SK Kemenkes menjadi PNS," tambahnya.

Namun demikian, masih tersisa 4.153 Bidan dan Dokter PTT Kemenkes yang Belum mendapat kepastian selain itu, ada sedikitnya 68 dokter umum dan dokter gigi yang mengalami nasib serupa.

"Saya mendapatkan informasi alasannya karena usia mereka di atas 35 tahun saat ini. Di berbagai kesempatan saya selalu katakan, mereka “tua” dalam pengabdian," katanya.

Pengangkatan menjadi Pegawai Tetap Negara untuk profesi-profesi Pekerja Pelayan Publik harus memperhitungkan pula pengabdian dan kebutuhan negara atas kehadiran mereka yang menjadi garda terdepan dijalankannya program-program Pemerintah.

Di hari Bidan Internasional ini, Satu-satunya mantan Presiden Perempuan Indonesia ini, mendukung Pemerintah Kabinet kerja untuk mengangkat tenaga kesehatan, termasuk para Bidan berusia 35 tahun ke atas untuk menjadi PNS.

Menurut dia kualitas kerja yang optimal dari Pekerja Pelayan Publik, termasuk di Bidang Kesehatan, lahir dari sistem yang berkeadilan. []