Lifestyle

Hari Asma Sedunia, Ketahui 5 Mitos Penyakit Asma

Hari Asma Sedunia merupakan peringatan tahunan yang diselenggarakan oleh Global Initiative for Asthma untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit asma


Hari Asma Sedunia, Ketahui 5 Mitos Penyakit Asma
Penyakit asma

AKURAT.CO, Hari ini diperingati sebagai Hari Asma Sedunia. Ini adalah peringatan tahunan yang diselenggarakan oleh Global Initiative for Asthma, National Heart Lung and Blood yang berbasis di Amerika Serikat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah asma.

Tahun ini, tema Hari Asma Sedunia adalah "Mengungkap Kesalahpahaman Asma" untuk memperbaiki persepsi yang salah tentang penyakit dan komplikasi asma. 

Asma adalah penyakit pada saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan saluran napas, peradangan, dan peningkatan respons saluran napas terhadap berbagai rangsangan yang menimbulkan sesak napas. Ya, penderita asma akan sering kesulitan untuk bernapas bahkan bisa meninggal dunia.

Dalam rangka Hari Asma Sedunia, Akurat.co menguraikan beberapa mitos tentang asma yang banyak beredar di masyarakat:

Penderita asma tidak boleh berolahraga

Pada dasarnya olahraga adalah hal yang baik dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, tidak ada halangan bagi penderita asma untuk berolahraga.

Namun, olahraga  dengan intensitas tinggi yang berlebihan tidak disarankan karena bisa memicu asma. Lakukan olahraga dengan intensitas yang sesuai dan baik untuk kesehatan paru-paru, seperti berenang dan jalan ringan. Sebelum berolahraga, pederita asma wajib berkonsultasi dengan dokter terkait kondisinya.

Asma dapat sembuh dengan sendirinya

Anak-anak yang mengalami asma dianggap akan sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Namun, hal ini faktanya adalah mitos belaka. Sejumlah penelitian menyebutkan jika gejala asma dapat berubah atau menjadi lebih jarang dari waktu ke waktu, tetapi asma tidak benar-benar hilang.

Seperti diketahui, asma memang lebih banyak terjadi pada anak-anak. Namun bukan berarti asma tidak dapat terjadi pada orang dewasa. Meski tidak pernah mengalami gejala saat kecil, asma pada orang dewasa bisa muncul akibat paparan pemicu asma yang diterima terus-menerus atau dalam jangka waktu lama.

Jamu bisa meringankan gejala asma

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, tidak ada tanaman herbal atau nutrisi khusus yang bisa meringankan gejala asma. Sejak dulu, penderita asma hanya disarankan untuk mengonsumsi diet seimbang dengan protein yang cukup. Sebab, protein baik untuk menjaga imun tubuh dan terhindar dari penyakit, terutama influenza (flu) dapat menyebabkan serangan asma.

Semua penderita asma memiliki gejala yang sama

Hal ini sama sekali tidak benar. Gejala asma bervariasi dari satu orang ke orang lain dan dari episode ke episode.

Seseorang mungkin mengalami masalah pernapasan sementara yang lainnya akan mengalami batuk atau mengi. Oleh sebab itu, kamu hanya boleh meminum obat yang diresepkan oleh dokter. Jangan mengobati sendiri tergantung gejalanya karena bisa berisiko bagi kesehatan.

Masker tidak disarankan untuk penderita asma

Banyak orang menganggap masker bisa menahan dan menyebabkan penumpukan karbon dioksida (CO2) yang berbahaya. Fatanya, partikel CO2 sangat kecil sehingga mudah melewati masker. Penggunaan masker bisa membuat kamu terhindar dari penyakit infeksius yang dapat memicu serangan asma.

Selain itu, pada kondisi pandemi seperti saat ini, penggunaan masker sangat penting untuk menghindari penyebaran virus corona, yang tak hanya berbahaya bagi penderita asma tapi juga semua orang.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co