News

Hari AIDS Sedunia Tanggal 1 Desember: Sejarah, Tema, dan Arti di Baliknya

Hari AIDS Sedunia Tanggal 1 Desember: Sejarah, Tema, dan Arti di Baliknya
Peringatan Hari AIDS Sedunia 2022 yang jatuh pada 1 Desember mengusung tema 'Equalize'. (UNAIDS)

AKURAT.COHari ini, pada tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Setiap tahunnya di tanggal tersebut, orang-orang di seluruh penjuru dunia bersatu membentuk dukungan bagi para pengidap HIV dan mengenang yang telah meninggal karena penyakit AIDS.

Mengutip Kemenkes, Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang disebabkan karena penurunan kekebalan tubuh akibat infeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Menurut laporan UNAIDS, pada tahun 2021 setidaknya sebanyak 38,4 juta orang di seluruh dunia mengidap HIV dan 650 ribu jiwa meninggal dunia karena penyakit terkait AIDS di tahun yang sama.

Sejarah Hari AIDS Sedunia 1 Desember

Tingginya kasus yang berkaitan dengan AIDS merupakan alasan ditetapkannya Hari AIDS Sedunia agar meningkatkan kesadaran mengenai penyakit HIV yang masih ada di tengah-tengah masyarakat. Awalnya, peringatan Hari AIDS Sedunia digagas oleh James W. Bunn dan Thomas Netter pada Agustus 1998. Mereka adalah petugas informasi publik untuk Program Global AIDS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

baca juga:

Bunn dan Netter lantas mengusulkan pemikirannya kepada Direktur Program Global AIDS (sekarang UNAIDS), Johnathan Mann. Johnathan setuju dengan ide mereka, lalu ditetapkanlah Hari AIDS Sedunia pertama kali yang jatuh pada 1 Desember 1988. Peringatan ini juga dilakukan untuk memfasilitasi pertukaran informasi antara pemerintah pusat dan daerah, organisasi internasional, dan individu.

Tema Hari AIDS Sedunia 2022 dan arti di baliknya

Peringatan Hari AIDS Sedunia pada setiap tahunnya memiliki tema yang berbeda.  Mengutip UNAIDS, tema pada tahun 2022 ini yaitu 'Equalize' atau 'Menyetarakan'. Tema ini merupakan seruan dan ajakan untuk bertindak, agar semua pihak saling bekerja sama untuk mengatasi ketidaksetaraan atau stigma negatif dan membantu mengakhiri AIDS.

Tindakan tersebut meliputi peningkatan fasilitas dan layanan pengobatan, tes, dan pencegahan HIV. Selain itu Tema 'Equalize' juga mendesak reformasi undang-undang dan melakukan tindakan yang dapat mengatasi stigma negatif dan eksklusi yang dihadapi oleh pengidap HIV, sehingga mereka bisa dihargai dan diterima dengan baik sebagai individu bagian dari masyarakat.[]