News

Harga Sembako Dijadikan Alat Kampanye, Pedagang Pasar Tentukan Pilihan Ke Jokowi-Ma'ruf


Harga Sembako Dijadikan Alat Kampanye, Pedagang Pasar Tentukan Pilihan Ke Jokowi-Ma'ruf
Ketua Umum DPP Komite Pedagang Pasar, Abdul Rosyid Arsyad bersama para pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Gelanggang Remaja Balai Rakyat, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (17/3 /2019). (AKURAT.CO/Gerdiansyah)

AKURAT.CO, Harga pangan di pasar kerap dijadikan senjata untuk menarik simpati para pendukung pada Pemilu 2019. Baik harga naik maupun turun kebutuhan pokok laris diseret menjadi penarik perhatian para pemilih.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum DPP Komite Pedagang Pasar, Abdul Rosyid angkat bicara.

Menurutnya kebutuhan pokok yang sering diutarakan sejumlah elit politik tidak sepenuhnya betul. 

"Para pedagang, mereka tergerak untuk menjawab, sekaligus menentukan arah pilihan. Ketika pak Sandiaga bilang harga pangan di pasar selalu naik, saya malah merasa sebaliknya," ujar Abdul Rosyid di Gelanggang Remaja Balai Rakyat, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (17/3 /2019). 

Apalagi ketika dicek di pasar secara langsung harga pangan tidak seperti yang di paparkan cawapres no urut 02 itu. Abdul menegaskan dukungan untuk pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf dipilih olehnya dan pedagang pasar seluruh DKI Jakarta. 

"Pedagang pasar dan pengunjung bergerak dalam satu kegiatan ini. Kita deklarasi kan sekaligus menggalang dana kampanye untuk pak Jokowi dan Ma'ruf Amin," ungkap Abdul.

Dana tadi dikatakannya dikumpukan secara sukarela. Beberapa bulan kebelakang pihaknya sukses membuat atribut kampanye menggunakan dana yang dikumpulkan dari pedagang pasar dan pengunjung. 

"Dana akan diberikan saat kegiatan operasional. Sampe 13 April nanti masa tenang kita akan kawal terus," tambahnya. 

Berhubung sering dijadikan alat atau senjata dalam setiap statmen yang menyerang Jokowi-Ma'ruf, Abdul berpesan ke Prabowo Subianto. Ia mengatakan kenyataan di pasar, tidak ada yang mahal dan tidak ada yang naik. 

"Kita akan jawab, keduanya, jangan melawan pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf, tapi lawan komite pedagang pasar mengenai harga sembako," katanya.[]