Ekonomi

Harga Rokok Indonesia Masih Rendah, Tapi Daya Beli Sulit

rokok Indonesia memiliki harga yang tergolong rendah dibandingkan negara OECD lainnya


Harga Rokok Indonesia Masih Rendah, Tapi Daya Beli Sulit
Peneliti FEB UNPAD Wawan Hermana saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Akurat Solusi di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (7/11/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Peneliti FEB Unpad, Wawan Hermawan mengatakan meski rokok Indonesia memiliki harga yang tergolong rendah dibandingkan negara OECD lainnya namun secara daya beli Indonesia juga lebih lemah jika dibandingkan negara lain.

Dalam paparannya, Wawan mengungkapkan harga Indonesia menurut penelitian OECD sebesar US$2,07 lebih rendah jika dibandingkan negara dengan pendapat per kapita yang serupa seperti Kolombia atau Rusia.

Ia juga mencatat rata-rata pertumbuhan harga rokok di Indonesia adalah yang tertinggi diantara negara-negara anggota OECD.

Namun demikian, persentase harga rokok terhadap pendapatan per kapita bulanan yakni 0,64 persen. Jika dibandingkan India pendapat perkapita mereka sebesar 2,77 persen.

Harga rokok di Indonesia bukanlah yang paling rendah, walaupun memang berada di antara yang paling rendah. Persentase harga rokok dibandingkan dengan pendapatan per kapita bulanan di Indonesia adalah terkategori yang paling tinggi jika dibandingkan dengan OECD.

Oleh karenanya, OECD dan negara-negara mitra OECD (selain India) dapat dikatakan memiliki kemampuan membeli rokok yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan di Indonesia.

"Daya beli relatif lebih sulit walaupun harganya relaitf rendah," ucapnya dalam program Akurat Solusi Tema: Reformulasi Kebijakan Cukai Rokok & Masa Depan Industri Hasil Tembakau di Hotel Bidakara Jakarta, Minggu (7/11/2021).

Kemudian Wawan juga memaparkan prevalensi merokok umur 10-18 tahun di Indonesia sudah turun sampai dengan 3,81 persen untuk perokok tembakau dan 3,90 persen untuk perokok tembakau dan elektrik.

"Selain untuk prevalensi merokok umur 10 tahun ke atas dan 15 tahun ke atas turun dari tahun 2019 dan tahun 2020," imbuhnya.