News

Harga Ratusan Ribu, Ini 5 Fakta Penting Vaksin Booster yang Beredar Mulai 2022

Fakta vaksin booster.


Harga Ratusan Ribu, Ini 5 Fakta Penting Vaksin Booster yang Beredar Mulai 2022
Vaksin booster (pexels.com)

AKURAT.CO Sebagai salah satu upaya untuk terus menekan penyebaran pandemi COVID-19, pemerintah telah memastikan akan mengadakan pemberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau disebut sebagai vaksin booster. Keputusan ini juga telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait pelaksanaan vaksin booster. 

1. Dimulai tahun 2022

Berdasarkan dari penjelasan Luhut, vaksin booster ini akan mulai dilaksanakan pada bulan Januari 2022 mendatang. Jadwal ini pun dirilis setelah Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa vaksin booster akan dilakukan setelah terpenuhinya 50 persen target vaksinasi yang diperkirakan tercapai pada bulan Desember ini. Dengan begitu, vaksin booster akan dilakukan setelah vaksin dosis pertama telah mencapai 80 persen. 

2. Berbayar

Berbeda dengan pemberian vaksin sebelumnya, kini, vaksinasi dosis ketiga akan dilakukan dengan cara berbayar. Namun perlu diingat bahwa vaksin booster berbayar ini hanya akan dibebankan pada sejumlah kelompok masyarakat. Kelompok ini adalah mereka yang berada di luar penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan. 

3. Harga capai Rp300 ribu

Harga sejumlah vaksin berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, harga vaksin Sinovac berkisar antara Rp196 ribu hingga Rp245 ribu. Selain itu, harga Pfizer mencapai Rp334 ribu dan AstraZeneca mencapai Rp114 ribu. Namun Menkes pernah menyatakan bahwa vaksin dosis ketiga ini akan dikenai biaya mencapai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. 

4. Gratis

Selain yang berbayar, pemerintah juga menyediakan vaksin gratis. Pemberian vaksin booster gratis ini khusus kepada sekitar 100 juta orang penduduk Indonesia. Masyarakat yang akan mendapatkan vaksin ini adalah kelompok berisiko hingga masyarakat miskin. Masyarakat miskin akan diberikan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS. Sedangkan masyarakat berisiko adalah lansia, petugas pelayanan publik, hingga penyandang disabilitas. 

5. Jenis vaksin

Hingga kini, ada 11 vaksin yang digunakan oleh pemerintah bagi seluruh penduduk Indonesia. Nantinya, vaksin ini juga akan digunakan dalam program vaksinasi dosis ketiga. Sejumlah vaksin tersebut adalah Sinovac, Sinovac Biofarma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Sputnik-V, Janssen, Convidecia, Zifivax, hingga Covovax. Sedangkan jenis vaksin yang telah masuk dalam program vaksin gotong royong adalah Sinopharm, Moderna dan Convidecia. 

Pemerintah RI telah menyiapkan sejumlah 241,3 juta dosis vaksin booster yang akan diberikan kepada 212,7 juta masyarakat di seluruh Indonesia.[]