News

Harga Pasaran Masih Tinggi, DIY Minta 24 Ton Minyak Goreng ke Pusat untuk Operasi Pasar

Yanto berharap usulan bisa terpenuhi pekan ini, sehingga operasi pasar untuk menekan tingginya harga minyak goreng bisa segera terlaksana.


Harga Pasaran Masih Tinggi, DIY Minta 24 Ton Minyak Goreng ke Pusat untuk Operasi Pasar
Ilustrasi Minyak Goreng (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan alokasi minyak goreng sebanyak 24 ton ke Kementerian Perdagangan (Kemendag). Operasi pasar komoditas tersebut akan digelar jika usulan itu terealisasi.

"Kami mengusulkan 24 ton minyak goreng," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto saat dihubungi, Selasa (18/1/2022).

Yanto berharap usulan bisa terpenuhi pekan ini, sehingga operasi pasar untuk menekan tingginya harga minyak goreng bisa segera terlaksana.

baca juga:

Pasalnya, operasi pasar pada Desember 2021 lalu dengan stok 2,4 ton tak signifikan menekan harga jual minyak goreng di pasaran yang melambung tinggi sejak akhir tahun kemarin.

Hasil pantauan Yanto dan jajarannya per 17 Januari 2022 kemarin, rata-rata harga minyak goreng kemasan sederhana di berbagai pasar di Kota Yogyakarta masih berkisar Rp19.500 per liter. Sementara minyak goreng curah Rp18.500 per liter. 

Adapun operasi pasar tahap kedua nanti rencananya akan menjual harga minyak goreng sesuai penetapan Kemendag, yaitu Rp14 ribu per liter. Targetnya, operasi pasar bisa merambah ke seluruh kabupaten/kota se-DIY.

"Mudah-mudahan operasi pasar secepatnya bisa terealisasi dan mungkin bisa dirasakan oleh masyarakat, karena kalau 24 ton itu cukup banyak," harap Yanto.

Bersamaan dengan rencana operasi pasar ini, Disperindag DIY juga melakukan monitoring stok persediaan minyak goreng di sejumlah distributor guna mengantisipasi kelangkaan serta mencegah penimbunan. 

Hasil pemantauan sementara, kata Yanto, Disperindag tak menemukan kasus penimbunan serta kelangkaan persediaan minyak goreng di DIY. 

"Yang jelas barangnya tersedia, cukup aman, cuma memang harganya sekarang lagi naik," tutupnya.[]