Ekonomi

Harga Obat COVID-19 Terbang, Luhut Ancam Razia Gudang!

Menko Luhut tindak tegas produsen obat COVID-19 yang memainkan harga dan menimbun saat angka kasus melonjak.


Harga Obat COVID-19 Terbang, Luhut Ancam Razia Gudang!
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan saat memberikan keterangannya terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (18/10). (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengancam produsen obat COVID-19 yang memainkan harga dan melakukan penimbunan disaat angka kasus COVID-19 tengah melonjak seperti saat ini. 

Ia meminta dalam tiga hari ke depan jika masih ada harga obat tinggi dan kelangkaan, maka pemerintah akan mengambil langkah tegas berupa razia gudang.

"Saya tekankan, apabila dalam tiga hari ke depan kami masih mendapatkan harga-harga yang cukup tinggi atau terjadi kelangkaan, maka kami akan mengambil langkah tegas dan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasi keberadaannya," kata Menko Luhut Pandjaitan dilansir dari Antara, Senin (5/7/2021).

Menko Luhut juga meminta Kapolda dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) untuk melakukan patroli gudang-gudang obat yang datanya dimiliki pemerintah.

"Paling lambat saya ulangi hari Rabu, Kamis. Tidak boleh terjadi kelangkaan (obat). Kita jangan diatur orang-orang serakah. Saya tekankan hal ini," ujar Menko Luhut.

Menko Luhut yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali itu mengatakan pemerintah mencermati kelangkaan obat yang terjadi. Ia juga menilai sudah terlalu banyak keuntungan yang diambil para perusahaan obat.

"Saya ingin mengimbau 1,5 tahun sudah mengambil untung begitu banyak. Masak sekarang ini masih terus begini," tegasnya.

Menko Luhut menuturkan pemerintah juga sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) obat-obatan untuk penanganan pandemi COVID-19. Penghitungannya pun dilakukan dengan cermat sehingga perusahaan tidak akan dirugikan.

"Tapi jangan juga mengambil keuntungan dari kesulitan masyarakat. Semua saya minta agar masuk akal dan keuntungan diterima oleh produsen dan distributor," kata Menko Luhut.