Ekonomi

Harga Migas Meroket, Menteri Energi AS Sebut Ogah Percaya Rusia

Dalam hal ini, Menteri Energi AS itu menggalakan agar negara-negara di dunia untuk segera berinvestasi dalam energi bersih atau energi baru terbarukan.


Harga Migas Meroket, Menteri Energi AS Sebut Ogah Percaya Rusia
Ilustrasi Tambang Minyak dan Gas Bumi (EAGLEBURGMANN.COM)

AKURAT.CO, Rusia saat ini dikenal sebagai negara produsen dan pemasok energi terbesar di dunia. Akan tetapi sebutan sebagai negara pemasok energi terbesar tersebut sirna ketika ia memperlakukan kebijakan untuk pembelian energinya dengan rubel.

Akibat invasinya ke Ukraina dengan dalih operasi militer, Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Jennifer Granholm mengatakan bila saat ini AS tidak lagi percaya dengan julukan Rusia sebagai negara penghasil sumber energi.

"Saya tak lagi percaya dengan Rusia," ujar dia dikutip dari CNN Business, Jumat (27/5/2022).

baca juga:

Tentunya bukan tidak ada maksud dari AS mengatakan hal itu, nyatanya Rusia menjadi biang akibat tingginya harga minyak meroket gila-gilaan. Harga bensin dan solar di AS sendiri juga menjadi berada di level tertinggi dalam sejarah. Dalam hal ini, Menteri Energi AS tersebut menggalakan agar negara-negara di dunia untuk segera berinvestasi dalam energi bersih atau energi baru terbarukan.

"Kita harus beralih ke sumber energi lain," jelasnya.

"Tak ada negara yang dilarang untuk mengakses tenaga matahari atau angin. Kita perlu pindah ke sumber energi yang tak bisa dijadikan senjata balasan," tambahnya.

Dia menyebut saat ini memang ekonomi dunia masih bergantung pada bahan bakar fosil. Hal ini yang menyebabkan pemerintahan Biden secara jor-joran menguras minyak dari Cadangan Minyak Strategis untuk mengumpulkan minyak dan menahan harga.

Sebagaimana untuk diketahui, saat ini sudah banyak negara yang pasokan gasnya dihentikan karena Putin mengamuk, salah satunya Finlandia. Rusia menghentikan pasokan gas ke Finlandia sejak Sabtu 21 Mei pukul 07.00 pagi waktu setempat. Hal itu disampaikan perusahaan gas negara Gasum pada hari Jumat.

"Sangat disesalkan bahwa pasokan gas alam di bawah kontrak pasokan kami sekarang akan dihentikan," kata CEO Gasum Mika Wiljanen seperti dikutip dari CNN Business, Senin (23/5/2022).

Sumber: CNN Bussines