Ekonomi

Harga Gabah Kering Tingkat Petani Naik 5,68 Persen di September 2022

Harga Gabah Kering Tingkat Petani Naik 5,68 Persen di September 2022
Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam keterangan resminya, Senin (3/10/2022). (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono mencatat Harga Gabah Kering di tingkat petani telah naik 5,68 persen pada September 2022. Selain itu di periode yang sama harga beras premium di penggilingan juga alami kenaikan 3,55 persen.

"Harga Gabah Kering di tingkat petani telah naik 5,68 atau sekitar Rp5142, sedangkan di tingkat penggilingan naik 5,57 persen atau sekitar Rp5.264. Selain itu di periode yang sama harga beras premium di penggilingan juga mengalami kenaikan 3,55 persen atau sekitar Rp10.252," ucapnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Senin (3/9/2022).

Kemudian, lanjutnya, Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani naik 5,58 persen atau sekitar Rp5.802 sedangkan di tingkat penggilingan naik sebesar 5,37 persen atau sekitar Rp5.916.

baca juga:

"Jika mengacu kepada Gabah Luar Kualitas, kami mencatat ada kenaikan sebesar 8,86 persen atau sekitar Rp4.933 sedangkan di tingkat penggilingan naik 8,51 persen atau sebesar Rp 5.034," paparnya.

Beralih ke kualitas harga beras, lanjutnya, untuk kualitas premium di penggilingan naik sebesar 3,55 persen atau sekitar Rp10.252 lalu untuk kualitas media naik 4,56 persen atau sekitar Rp9.785 dan yang terakhir luar kualitas di penggilingan naik 4,3 persen atau sebesar Rp9.466.

Sedangkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2022 naik 0,49 persen atau sebesar 106,82. Dimana kenaikan tersebut disumbang oleh penguatan indeks harga yang diterima Petani sebesar 1,62 persen.

"Indeks harga yang diterima Petani (It) naik sebesar 1,62 persen dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 1,13 persen," ucapnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa kenaikan harga yang diterima tersebut berasal dari komoditas kelapa sawit, gabah, kopi dan cabai rawit, meskipun begitu kenaikan tersebut dibebani dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak serta harga beras beberapa waktu belakangan ini.

Kemudian jika beralih ke pencapaian subsektor, Margo menyampaikan bahwa hanya ada dua subsektor yang NTP nya meningkat diantaranya adalah Tanaman pangan sebesar 1,49 persen menjadi 97,90 serta tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,62 persen jadi 120,71.