News

Harga Damar Anjlok, Petani Minta Pemkab Pesisir Barat Kendalikan Harga

Petani mengeluhkan harga damar yang anjlok drastis. Padahal pasokan damar untuk kebutuhan nasional dipasok dari Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung


Harga Damar Anjlok, Petani Minta Pemkab Pesisir Barat Kendalikan Harga
Petani sedang memilah damar mata kucing (Dok Akurat.co)

AKURAT.CO, Sejumlah petani damar mata kucing Kabupaten Pesisir Barat mengeluhkan harga damar yang anjlok drastis. Padahal pasokan damar untuk kebutuhan nasional sebagian besar dipasok dari Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. 

Ali Rahman petani damar yang saat ini menetap (domisili) di Desa Pagar Dalam, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat mengeluhkan nasib petani damar lantaran penghasilannya selama ini bertumpu pada hasil kebun damar miliknya. 

Ali mengatakan sebelumnya harga damar di tengkulak dihargai Rp35 ribu per kilogram untuk jenis BK (Buang Kayu). Sementara untuk jenis damar asalan dihargai Rp25 ribu per kilogram. Namun semenjak lebaran haji 2022 harga damar di Pesisir Barat anjlok. 

baca juga:

"Anjlok dipasaran harga damar tinggal Rp19 ribu per Kilogramnya untuk yang jenis BK, Kalo damar yang asalan di bawah itu lebih parah lagi tinggal Rp10 ribu saja," kata Ali di hubungi AKURAT.CO, Senin (15/8/2022). 

Ali meminta pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk turun langsung dalam mengatasi permasalahan harga damar mata kucing itu. Sebab jangan sampai harga damar dimainkan oleh para spekulan dan tengkulak. Karena akan sangat merugikan nasib dan kesejahteraan para petani damar. 

Tak hanya minta perhatian Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat soal pengendalian harga damar. Ali juga meminta Pemkab aktif memberikan penyuluhan dan membantu subsidi pupuk untuk lahan damar masyarakat. Pasalnya selama ini Ali menilai Pemerintah Kabupaten hanya memanfaatkan keunikan kebun damar untuk media promosi pariwisata Pemkab namun tidak ada timbal baliknya untuk para petani. 

"Pemkab sejauh ini ndak ada perhatian, harga damar mungkin saja dimainkan tapi pemerintah dan Dinas Pertanian mana ada tanggungjawabnya," kata dia. 

Kedepan Ali berharap hasil bumi yang menjadi komoditas utama Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung ini menjadi perhatian khusus baik oleh Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi hingga Kementerian Pertanian pusat. Mengingat Pesisir merupakan pemasok utama komoditas damar mata kucing.

Data Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Lampung mencatat fasilitasi ekspor getah damar jenis mata kucing pada 2019 mencapai 228,7 ton. Kendati pada periode Januri-Juni 2020 turun menjadi 93 ton. []