News

Harga Daging Ayam Ras dan Daging Sapi di Makassar Mulai Turun

Menjelang sepekan puasa Ramadan, Harga ayam ras dan daging sapi di Makasar mulai menunjukkan penurunan


Harga Daging Ayam Ras dan Daging Sapi di Makassar Mulai Turun
Pedagang menata daging ayam potong yang telah naik harganya di pasar induk Manonda, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (10/12). Pemerintah pusat menginstruksikan kepada pemerintah daerah agar mengaktifkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan pemantauan sekaligus pengendalian harga menjelang hari raya Natal dan tahun Baru 2018 . (ANTARAFOTO/Basri Marzuki/pd/17)

AKURAT.CO, Harga daging ayam ras dan daging sapi yang diprerjualbelikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar kini berangsur-angsur menurun menjelang sepekan bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

"Saat memasuki Ramadan, harga daging ayam ras rata-rata Rp37.560 per kilogram, sementara saat ini sudah dijual Rp37.200 per kg," kata pedagang ayam ras Syamsiah di Pasar Terong, Makassar, Senin, (19/4/2021).

Penurunan tipis harga daging ayam ras tersebut, juga diikuti penurunan harga daging sapi yang kini dijual Rp125 ribu per kg untuk kualitas I dan kualitas II Rp116 ribu per kg.

Sebelumnya pada awal bulan Suci Ramadan, harga daging sapi untuk kualitas I dijual seharga Rp177 ribu per kg.

Hal tersebut diakui penjual daging sapi di Pasar Pabaeng-baeng, Makassar H Usaman Daeng Nai. Dia mengatakan, penurunan harga itu karena harga yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Antang di Makassar juga turun Rp1.000 per kg dari harga ketika awal Ramadan.

Selain harga daging ayam ras dan daging sapi yang mengalami penurunan, juga harga telur ayam ras mengalami penurunan secara signifikan dari Rp45 ribu per rak menjadi Rp42 ribu per rak.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo pada keterangan terpisah mengatakan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan konsumsi masyarakat diawal bulan suci Ramadan 1442 Hijriah itu dipicu tingginya permintaan, sementara pasokan yang tersedia cenderung tetap.

Kendati demikian, lanjut dia, itu hanya berlangsung tidak lama karena pada hari-hari berikut akan kembali normal, nanti pada saat jelang lebaran lagi baru diprediksi akan mengalami kenaikan harga kembali.

Namun kenaikan harga tersebut, diakui masih dalam batas normal, sehingga belum dipandang perlu untuk melakukan operasi pasar. []

Sumber: Antara

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu