Ekonomi

Harga Cabai Merah Keriting di DKI Sentuh Rp74 Ribu Per Kg

Mengacu hasil laporan dari Informasi Pangan Jakarta, Jumat (12/8/2022) harga rata-rata Cabai Merah Keriting di pasar DKI Jakarta kisaran Rp.74.647/kg.


Harga Cabai Merah Keriting di DKI Sentuh Rp74 Ribu Per Kg
Pedagang menata cabai merah di Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Harga sejumlah komoditas pangan di seluruh Pasar DKI Jakarta mengalami kenaikan.

Mengacu kepada hasil laporan dari Informasi Pangan Jakarta, Jumat (12/8/2022) harga rata-rata Cabe Merah Keriting di seluruh pasar DKI Jakarta berada di kisaran Rp.74.647/kg dengan harga tertinggi berada di pasar Tebet Barat di kisaran harga Rp.90.000/kg.

Sedangkan untuk Harga Cabe Rawit Merah harga rata-rata di seluruh pasar DKI Jakarta berada di Kisaran Rp.65.588/kg dengan harga tertinggi berada di pasar Pramuka di kisaran harga Rp.80.000/kg.

baca juga:

Beralih ke bahan pangan lain, Harga rata-rata bawang merah di seluruh pasar DKI Jakarta berada di kisaran Rp.41.675/kg dengan harga tertinggi berada di pasar Baru Metro Atom di kisaran harga Rp.60.000/kg.

Berbeda dengan Bawang Merah, harga rata-rata bawang putih di seluruh pasar DKI Jakarta terpantau murah di kisaran Rp.30.600/kg dengan harga tertinggi berada di pasar Tebet Barat dikisaran Rp.40.000/kg.

Sebagai Informasi, sebelumnya Ekonom Indef, Eka menyampaikan bahwasanya naiknya harga makanan dan energi menggerek inflasi bergerak naik, bahkan sampai kisaran yang anomali bagi inflasi pangan. Oleh karena itu tugas pemerintah untuk mengendalikan harga, adalah menurunkan inflasi sampai ke ambang batas wajar.

Dalam rangka langkah-langkah apa saja yang diambil pemerintah untuk menjaga harga pangan ini, dirinya berpendapat pemerintah juga perlu memastikan kesediaan barang dan memperhatikan efek psikologis masyarakat. 

"Kunci biar terkendali, selain usaha yang dilakukan pemerintah. Usaha riil yang dilakukan misalnya Operasi Pasar, bagaimana cara agar suplai pangan dan energi tetap ada untuk menghindari inflasi yang lebih tinggi, maka pemerintah harus bisa menenangkan psikologi masyarakat," ungkap Eka, Kamis (11/8/2022).

Ada istilah, expected inflation atau inflasi yang didorong dari ekspektasi berlebihan atau merasa ketakutan. Jika terjadi ketakutan di masyarakat, maka harga akan lebih cepat naik. Namun menurut dia, ketakutan ini lebih banyak dirasakan oleh pihak swasta.