Ekonomi

Harapan Mendag Zulhas Usai Kunjungi Arab Saudi: Pengusaha Indonesia Dapat Penuhi Permintaan Pasar

Harapan Mendag Zulhas Usai Kunjungi Arab Saudi: Pengusaha Indonesia Dapat Penuhi Permintaan Pasar
Mendag Zulhas bersama pengusaha Arab Saudi (Tangkap layar Instagram Kemendag, @kemendag)

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan  mengatakan, Indonesia sedang mempersiapkan pelaku usaha ekspor untuk dapat memenuhi permintaan pasar Arab Saudi dengan memperhatikan standar, kualitas, kuantitas, permodalan, keberlanjutan, dan keterampilan

Pria yang akrab disapa Zulhas itu meyakini produk ekspor Indonesia yang berkualitas dapat terus meningkat keberadaannya di pasar Arab Saudi.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Syech Ibrahim Assubaie atas keramahannya. Saya berharap para pengusaha Indonesia dan pengusaha Arab Saudi dapat terus bekerja sama meningkatkan hubungan bisnis dan perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi. Kuncinya adalah komunikasi, komunikasi, dan komunikasi yang lebih intens," kata Zulhas dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (24/1/2023).

baca juga:

Zulhas menuturkan, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang tetap melanjutkan tren pemulihan ekonomi pada 2022. Bahkan, beberapa negara mitra dagang utama Indonesia seperti China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa justru mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2022.

"Sejak akhir 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil terjaga di atas 5 persen. Pada kuartal III-2022 ekonomi tumbuh 5,72 persen," ungkap Zulhas.

Adapun, kata Zulhas, Arab Saudi merupakan salah satu mitra strategis untuk Indonesia. Khusus untuk produk makanan olahan, Arab Saudi menempati posisi ke-8 sebagai negara tujuan ekspor produk makanan olahan Indonesia antara lain tuna kaleng, mi instan, saus sambal, kecap, serta biskuit dan wafer.

"Saya melihat bahwa perdagangan dari kedua negara dapat ditingkatkan lebih baik lagi. Berbagai produk yang diperlukan oleh Arab Saudi, seperti alas kaki, pakaian, farmasi, jasa konstruksi, makanan olahan, kertas, plywood, dan produk konsumsi harian lainnya masih dapat ditingkatkan perdagangannya," ucap eks Menteri KLHK itu. []