Entertainment

Harap Ustaz Yusuf Mansur Hadiri Mediasi, Pengacara Korban Sebut Kliennya Kesulitan Ekonomi

Pengacara korban sebut kliennya tidak akan gugat kalau tidak sedang butuh uang


Harap Ustaz Yusuf Mansur Hadiri Mediasi, Pengacara Korban Sebut Kliennya Kesulitan Ekonomi
Asfa Davy Bya, kuasa hukum korban investasi Ustadz Yusuf Mansur di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (25/1) (Akurat.co, Agussalim)

AKURAT.CO, Sidang mediasi atas kasus investasi tabung tanah yang menjerat Ustaz Yusuf Mansur batal digelar hari, Selasa (25/1). Hal itu lantaran hakim mediator berhalangan hadir di pengadilan.

Sidang dengan agenda yang sama akan digelar dalam dua pekan mendatang. Asfa Davy Bya, kuasa hukum korban berharap Ustaz Yusuf Mansur dapat hadir dalam sidang mediasi nanti.

"2 minggu lagi masih mediasi, kami berharap nanti para principal juga ikut hadir. Nanti 3 orang (korban) ini kita akan hadirkan, kita juga berharap sodara Yusuf Mansur juga ikut hadir supaya mereka ketemu ya," ujar Asfa Davy Bya di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (25/1).

baca juga:

Lebih lanjut, Asfa berharap Ustaz Yusuf Mansur dapat mengembalikan uang kliennya dengan nilai kerugian masing-masing Rp180 juta. Asfa mengatakan saat ini kliennya tengah dilanda kesulitan ekonomi.

"Kesulitan ekonomi mereka susah, kalau mereka enggak susah ya ngapain mereka sampai menggugat ini," jelas Asfa Davy Bya.

Kendati begitu, Asfa hanya ingin gugatan kliennya terhadap ayah Wirda Mansur itu bisa diselesaikan lewat proses mediasi. Lagipula, pihaknya juga tidak ingin masalah ini bergulir lama di pengadilan.

"Kali bisa diselesaikan secara mediasi ya sudah kita juga enggak mau lama-lama. Gugatan kita sudah jelas nanti jadi tinggal dari pihak terggugat yang menanggali, kami menggugat sudah jelas nanti dari guggatan kami apa yang akan ditanggapi oleh mereka," ungkapnya.

Meskipun pada akhirnya masalah ini mendapat kesepakatan di jalur mediasi, namun Asfar belum bisa memastikan apakah perkara akan berhenti atau tidak. Pasalnya, hal itu tergantung dari keputusan ketiga kliennya.

"Itu tergantung para pihak ya, kalau pihak kita mau ya sudah, kan kita kan hanya menerima kuasa," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, ketiga korban mengikuti investasi tabung tanah sejak 2014 silam. Pada saat itu, mereka tertarik ikut dalam program tersebut setelah ditawar oleh Ustaz Yusuf Mansur ketika mengisi acara ceramah di Hongkong.

Pada saat itu, ketiga penggugat memberikan dana awal senilai Rp2,2 juta, mereka juga mendaftar sebagai anggota koperasi Merah Putih yang memungut biaya Rp200 ribu. Namun semenjak terdaftar sebagai investor dalam investasi tabung tanah, mereka tidak mendapatkan penjelasan dari Ustaz Yusuf Mansur.

Bahkan pembagian hasil keuntungan juga tidak pernah mereka terima sejak 2014 silam. Padahal diawal kerjasama, Ustaz Yusuf Mansur menjanjikan bagi keuntungan kepada para investor yang terlibat dalam program investasi tabung tanah tersebut.[]