Rahmah

Haram bin Milhan, Satu dari Sekian Sahabat Huffadz Al-Qur'an yang Mendapat Syahid di Tragedi Bi'r Ma'unah

Haram bin Milhan merupakan salah satu sahabat Huffadz Qur'an yang mengalami tragedi Bi’r Ma’unah.


Haram bin Milhan, Satu dari Sekian Sahabat Huffadz Al-Qur'an yang Mendapat Syahid di Tragedi Bi'r Ma'unah
Ilustrasi Sahabat Nabi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Salah satu dari kelompok 70 sahabat Huffadz Qur'an, yang mengalami tragedi Bi’r Ma’unah, yakni pembantaian para sahabat tersebut oleh Amir bin Thufail dan sekutunya adalah Haram bin Milhan. Saat itu, ia adalah orang pertama yang syahid. 

Pada saat rombongan bersepakat untuk berhenti di Bi'r Ma'unah, Mundzir bin Amr sang pemimpin rombongan memerintahkan Haram bin Milhan untuk menyampaikan surat Rasulullah SAW kepada Amir bin Thufail. Haram lalu berangkat menuju kampung Bani Amir ditemani dengan dua sahabat. 

Haram juga memahami jika Amir bin Thufail adalah seorang yang amat kejam dan berangasan. Bahkan, terkadang Amir bin Thufail tidak memperdulikan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam pergaulan orang Arab.

Ketika mendekati perkampungan bani Amir, Haram berkata kepada dua temannya, "Engkau berdua menunggu saja di sini, apabila aku selamat, kalian boleh menyusulku. Tetapi jika mereka berkhianat, segera saja tinggalkan tempat ini. Lebih baik kehilangan satu orang daripada tiga orang."

Dua orang sahabat itu menyetujui, sementara Haram berangkat sendiri. Setelah tiba di depan Amir bin Thufail, Haram menyerahkan surat Rasulullah SAW tersebut. Dugaan Haram ternyata benar. Kala itu, Amir menerimanya dengan pongah, surat itu tidak dibuka apalagi membacanya. 

Bahkan, Amir memerintahkan kaumnya untuk melemparkan tombak ke tubuh Haram dari belakang, hingga tembus ke dadanya. Sehingga darah mengucur deras dari luka tersebut, Haram langsung berseru keras, "Allahu Akbar, Demi Tuhan Pemelihara Kakbah, aku telah beruntung,"

Hingga beberapa saat kemudian, Haram menemui syahidnya.

Disebutkan dalam beberapa riwayat lain, bahwa orang tersebut adalah Amir bin Fuhairah, yang juga tewas dalam peristiwa Bi'r Ma'unah tersebut. Penombaknya, Jabbar bin Sulma al Kilabi yang kemudian memeluk agama Islam setelah menerima penjelasan tentang kalimat tersebut, yaitu keberuntungan yang dimaksudkan Amir bin Fuhairah adalah surga.

Setelah peristiwa itu, Amir mengajak kaumnya, Bani Amir, untuk menyerang perkemahan kaum Muslimin di Bi'r Ma'unah, tetapi mereka menolak. Dikarenakan kaum Muslimin sendiri telah mendapat jaminan keamanan dari Abu Bara', yang tak lain dan tak bukan adalah paman dari Amir bin Thufail.

Merasa gagal mempengaruhi kaumnya, Amir menemui Bani Sulaim dengan ajakan yang sama. Kali ini, beberapa Kabilah menyambut ajakannya, yaitu kabilah Ushayyah, Ri'l dan Dzakwan. Sehingga, mereka mengepung dan membantai tanpa ampun para sahabat Huffadz Al-Qur'an tersebut, kecuali Ka'b bin Zaid bin an Najjar yang berpura-pura mati. Wallahu A'lam Bishawab. []